Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

KONTES MEMERINTAH GAJAH

20 March, 2010

Pada suatu hari ada pegelaran sirkus berskala internasional di daerah Melawi, diadakanlah perlombaan bagi masyarakat setempat berupa sayembara “siapa yang dapat memerintahkan gajah sirkus untuk duduk dengan dua kaki dia lah yang menang. Beberapa saat setelah sayembara diumumkan, perlombaan pun dimulai. Perlombaan diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Amerika, Australia dan Indonesia. Seorang pemuda yang gagah dan tampan, Sebut saja Ferdy (nama samaran) dari  Amerika bermaksud untuk mencoba pertama kali.

Dengan berbagai cara, saudara Ferdy belum juga bisa menyuruh gajah untuk duduk mengangkat kedua kakinya. Kemudian tiba giliran si pemuda yang berani dan penuh percaya diri sebut saja Sholle (nama samaran) dari Australia, ia pun berusaha untuk mencoba membuat sang gajah untuk mengangkat kedua kaki, usahanya pun sia-sia. Kini tiba saatnya giliran dari Indonesia. Seorang pemuda yang gagah, berani, penuh percaya diri sebut saja Aben (nama samaran) perlahan ia mendekati sang gajah dan berbisik di telinga gajah (kalau kau gak mau sakit, baiknya turuti apa perintahku).
Gajah menggelengkan kepala, semakin marah si Aben karena gajah tidak mengindahkan perintahnya. Dengan perlahan Aben berjalan ke belakang gajah, lalu dengan kedua tangan yang besar dan keras ditangkapnya kelamin gajah, lalu seketika gajah melompat dan terangkatlah keempat kaki gajah tersebut. Dan pemenangnya pun didapat dari Indonesia Yaitu saudara Aben.

Baca Selengkapnya...

Pemuda yang mudah dicanai

Suatu hari dua orang pemuda sedang berbelanja di pasar Sebut saja si Teke dan si Tombong. Sesampainya di pasar keduanya berpisah. Pertama-tama akan dicerita tentang si Teke Di setiap ia selesai berbelanja di toko Sobat (pangilan untuk keturunan tiongha yang mempunyai toko dikalimantan barat) selalu diakhiri dengan kata “kam sia” (ucapan terima kasih). Setiap pergi ke toko sobat berikutnya juga diakhiri dengan kata “kam sia”. Si Teke pun menjadi heran padahal setiap ia beli sesuatu pasti di bayarnya.

Setelah beberapa toko dimasukinya semua jawaban sama “kam sia”. Setelah puas berbelanja dan dapat semua keperluannya, kedua sahabat pun pulang dengan manaiki kendaraan umum “bus”. Sesaat setelah perjalanan pulang, si Teke pun bercerita;
Teke                :. Eh bos, sapa si teke pada sahabatnya.
Tombong         : Ada apa bos?
Teke                : Aku heran pada sobat di pasar tadi.
Tombong         : Emang kenapa?
Teke                 : Itu lho, setiap aku habis belanja selalu di bilang mereka “kam sia” apa sih arti “kam sia?”...
Tombong          : Oh, kamu itu sudah dibilang bangsat, keparat, asu oleh sobat pasar itu...
Teke                : Ah yang benar bos?!!!!,
Tombong         : Benar!!! Jawab si Tombong mencanai si Teke.
Teke        : Waduh, berani juga sobat pasar ya!!! Aku ne ba dah tua.... (dengan logat khas kalimantannya)

Dengan perasaan yang benci, kasal, dan marah pada sobat pasar, si Teke mengajak temannya untuk kembali lagi ke pasar. Dengan maksud untuk memarahi sobat pasar, keduanya pun kembali ke pasar. Dengan penuh gagah berani si Teke berdiri di atas atap bus saat mengelilingi pasar sambil berkata;
Teke           : Hai.... semua sobat pasar dari hilir sampai ke hulu semuanya kalian Kaaaaaaaaaaaam Siiiiiiiiiiiiiaaaaaa....

Setelah meluapkan kekesalannya si Teke pun merasa lega dengan ucapanya karena telah mengata-ngatai sobat pasar. Padahal arti sebenarnya Kam Sia adalah Terimakasih.

Baca Selengkapnya...

Pemancing Yang Salah Kira.

17 March, 2010


Pada suatu hari seorang maniak mancing sebut saja Tombong pergi memancing ke sungai. Sebelumnya ia kebingunggan mencari apa yang bakalan jadi umpan pancingnya. Lalu tiba-tiba ia melihat seekor buntak inuk (belalang yang ukurannya besar, sebesar jempol kaki). Belalang itu pun ditangkap. Dengan penuh harap bakalan mendapat ikan yang besar, pancingnya pun dilepaskan ke sungai.

Beberapa saat kemudian pancing si Tombong berdesing, Strike... (sambil meniru gaya mancing mania di Trans-7) Tombong pun segera sekuat tenaga menarik pancingnya. Dengan perasaan cemas, was-was, kalau-kalau pancingnya bakalan putus cepat-cepat, ia terjun ke dalam air bermaksud menangap ikan dengan tangannya. Akan tetapi ternyata setelah diselamnya eh... rupanya bukan ikan yang didapat, melainkan belalang (umpannya) yang sedang berpegangan ke dahan pohon yang tumbang didalam air. Dengan perasaan marah dan sangat kesal belalangpun dimakan oleh si Tombong. Mampus kau... (gumamnya sambil menelan....wkwkwk).

Baca Selengkapnya...

Pikiran yang Tak masuk akal.


Ada dua bersaudara yang tinggal di desa terpencil (pedalaman Melawi). Suatu hari mereka berdua berangkat ke Pinoh (nama kota Kabupaten Melawi) dengan maksud ingin membeli pukat (jaring untuk menangkap ikan). Setelah pulang dari pinoh, keduanya ingin memasang pukat yang barusan mereka beli.

Biasanya sebelum dipasang ke sungai untuk menjaring ikan, pukat dipasang pelampung terlebih dahulu supaya tidak tengelam ke dasar sungai. Sembari bersenda gurau kedua saudara mencari ide; “apa yang cocok untuk pelampung pukat kita?” tanya si kakak. Lalu si adik pun menjawab; biar kuat dan tahan lama alangkah baiknya kita pakai kayu belian saja (kayu besi yang hanya ada di pulau Sumatra dan Kalimantan / keras, berat dan tengelam dalam air). Sang kakak pun menyetujui usulan si adik.

Setelah beberapa saat kemudian selesailah pekerjaan mereka. Dengan penuh semangat kedua saudara langsung memasang pukatnya ke sungai. Belum selesai dipasang tiba-tiba pukat mereka tengelam. Wow, ikan besarrr (gumam si kakak dalam hati). Dengan penuh semangat sang kakak langsung menyelami pukat; eh ternyata pukat mereka hanya nyangkut di rangkang (kayu yang mati dan tumbang ke sungai dan berada di dasar sungai)...wkwkwk.

Baca Selengkapnya...

Musafir Salah Sangka!!!!


Pada suatu hari yang panas, seorang musafir sebut saja (Pang Deah) berjalan dengan maksud mencari pekerjaan ke negeri seberang. Sesampainya di kebun pisang milik warga setempat, Pang Deah merasa sangat lapar. Dilihatnya ke arah pohon pisang, tak satupun pisang yang berbuah. Lama kelamaan perutnya pun semakin keroncongan.

Tiba-tiba ia melihat setumpuk benda berwarna kuning. Dengan perasaan senang ia berharap bahwa tumpukan itu adalah buah pisang yang telah jatuh ketanah. Karena sangat lapar munculah fatamorgana yang menyelimuti pikiran Pang Deah. Semakin dekat ia dengan benda tersebut semakin jelas apa yang dia lihat. Sialan... (katanya dalam hati). Ternyata benda tersebut adalah ta’i (kotoran). Ia pun pergi meninggalkan benda tersebut.

Belum jauh kaki melangkah muncul lagi pikiran tentang benda yang ia lihat tadi. Ia pun berfikir kembali, benda tadi ta’i apa pisang ya? Merasa belum yakin ia pun kembali, lalu dilihatnya benar-benar eh rupanya benaran ta’i. Ia pun berjalan lagi, semakin lama semakin keroncongan sampai-sampai perut Pang Deah berbunyi.

Setelah kurang lebih dua kilo perjalanan pikiran itu muncul lagi, ia pun berbalik arah menuju benda yang ia lihat tadi. Dengan penuh keyakinan bahwa benda itu adalah buah pisang tanpa ragu ia langsung memegang benda tersebut. Dengan suara lantang dan penuh kesal ia berkata “huuuh... apa kubilang ini ta’i. bukan buah pisang...

Baca Selengkapnya...

Si Bungkuk, Si Pincang Dan Si Mata Sipit Sebelah


Di sebuah desa hiduplah tiga orang pemuda yang selalu kompak. Ketiganya hendak menuju ke sebuah kampung. Dalam perjalanan mereka melintasi sebuah rumah yang dipakai untuk pesta pernikahan. Disana berkumpul banyak gadis cantik. Sejenak mereka terdiam. Ketiga pemuda ini berusaha menutupi kekurangannya dengan berlaku seolah pemuda gagah yang tak memiliki kekurangan satu apa pun. Ketiganya pun mencari akal.

Si bungkuk segera mengambil sebatang ranting dan menggariskannya ke tanah hingga melewati kerumunan para gadis. Selamat lah dirinya. Saat tadinya si bungkuk sedang menggariskan sebatang ranting ke tanah, si mata sipit pun menyusulnya dengan berujar; kiri....kiri..., kanan...kanan....(sambil memiringkan wajahnya seolah sedang membidik). Selamat pula lah si mata sipit melewati kerumanan itu.

Kini giliran si pincang. Otaknya berpikir keras mencari akal karena melihat kedua temannya berhasil melewati kerumunan itu. Tiba-tiba dia berjalan dan berujar; hapussss....(sambil menggesekkan kakinya yang pincang melintasi garis yang dibuat si bungkuk). Demikianlah ketiganya berhasil melewati kerumunan para gadis dan sampai ke kampung yang dituju... ha ha ha...

Baca Selengkapnya...

Tiga Sahabat Yang Tak Kehabisan Akal


Tiga orang sahabat pergi memancing. Ketiganya sedang mengidap penyakit berbeda; si kurap dengan kurapnya yang gatal, si botak dengan kepalanya yang gundul, dan si ta’i mata dengan gumpalan ta’i matanya yang keluar terus. Sesaat sebelum memancing mereka bersepakat bahwa tak boleh satu pun diantara mereka saat sedang memancing untuk mengobati penyakitnya masing-masing. Karena jika itu dilakukan, orang tersebut nanti tidak akan dibagikan hasil pancingan. Secara kebetulan mereka mendapatkan banyak sekali ikan.

Setelah hari menjelang siang, mereka bertiga pun pulang ke rumah. Saat di tengah jalan karena kepanasan, penyakit ketiganya kambuh. Kurap minta digaruk, ta’i mata minta dikeluarin, si gundul kepanasan. Ketiganya mencari akal. Pertama adalah si kurap. Dia berusaha mencari cara untuk menggaruk kepalanya. Dia bercerita tentang perburuan madu hutan bersama ayahnya. Sebelum madu diperoleh tiba-tiba ayahnya melempar sarang tawon dan seketika keduanya dikejar kawanan tawon. Antusiasnya dalam bercerita memberikan peluang baginya untuk menyentuh bagian tubuhnya yang kena kurap seolah-olah sedang mengibas kawanan tawon. Tenanglah hatinya.

Seolah tak mau kalah dengan si kurap, si ta’i mata pun bercerita. Suatu ketika dia dan ayahnya sedang berburu ke hutan. Dia melihat seekor babi di sebelah kanannya. Diarahkannya lah senjata ke arah babi. Sambil membidik sasaran, tangan si ta’i mata sekaligus membuang ta’i matanya sambil bersuara dooorr (suara letupan senjata). Seseaat kemuadian dia sadar kalau buruannya meleset dari sasarannya dan berlari ke sebelah kiri. Dengan melakukan hal yang sama dia membidik si babi dan melakukan tembakan. Kendati sasarannya kini kembali lolos, tapi si ta’i mata merasa senang karena kedua ta’i matanya keluar.

Kini giliran si botak mencari akal. Dalam perjalanan ia menemukan kubangan air dan sejenak dia tertegun merenungkan kisah kedua sahabatnya itu. Dia pun berujar; Cerita kalian benar-benar tak masuk akal...(sambil kedua tangannya menyentuh air dan memegang kepalanya). Ha ha ha....

Baca Selengkapnya...

Mati Ketawa ala Flores

08 January, 2009

Oleh Even Edomeko

TEKEN tentara
SEJUMLAH pemuda Manggarai Flores mendaftarkan diri masuk TNI. Mereka diterima seorang kopral tua, yang sedikit tuli dan banyak emosi.
Kopral : Maju satu-satu, sebut nama lengkap. Mulai!
Pemuda 1 : Stanislaus Peluru.
Kopral : (Mendelik) Ulang, lebih jelas!
Pemuda 1 : Lapor! Nama saya, Stanislaus Peluru...!
Kopral : (Geleng-geleng lalu mecatat) Berikut!
Pemuda 2 : Lapor! Saya Gerardus Granat!
Kopral : (Mulai jengkel) Apa kau bilang???
Pemuda 2 : Maaf, tapi nama saya memang Gerardus Granat....
Kopral : (Mulai tampak tak sabar) Berikut!
Pemuda 3 : Lapor! Nama saya Bernadus Bom...!
Kopral : (Menggebrak meja dan berdiri) Cukup sudah!!! Awas kalo kamu berani sebut lagi benda-benda yang bikin saya jadi pekak itu!*

NO Kopong, NO Cry
DI PELABUHAN Larantuka, seorang mama tua menjemput anaknya yang baru pulang, setelah dua belas tahun merantau di Sabah. Ketika sang anak turun dari perut kapal, mamanya langsung merangkul, mencium dan menangis tersedu-sedu. Lama dia nangis begitu. Setelah cukup lama, anaknya menghiburnya:
Anak : Ema, cukup su. Kita su pulang Nagi jo nangis tero begini...
Mama : Bukan itu, No... Bukan tegal itu...
Anak : Trus ema nangis kenapa...?
Mama : No Kopong, Pa mo Ema su kase nama kau bae-bae, kenapa kau ganti? Kau te sayang Pa mo Ema ka...?
Anak : No Kopong te ganti nama, Ema. No Kopong tetap No Kopong....
Mama : Abis kalo bukan, itu apa....??? (Sang Mama menunjuk baju kaus T Shirt yang dipakai puteranya itu. Pada baju itu ada gambar wajah Bob Marley dan tulisan NO WAMAN NO CRY.)*

MEJA dan kursi
SEPULANG dari piknik di Danau Kelimutu, seorang pemandu wisatawan mengajak sepasang turis duduk minum di sebuah warung, di pelabuhan lama. Sambil minum, si pemandu wisata mulai wora.
Guide : Mister, di Ende ni, kami juga punya Table Mount, Gunung Meja. Malah lengkap satu set dengan perabotannya.
Turis : Oh yes? Mana itu Gunung Meja?
Mama : Itu lihat... (dia menunjuk ke arah Gunung Meja).
Turis : Beautiful... Lalu mana kursinya?
Guide : Itu di sana (dia tunjuk Pulau Ende).*

Pembunuh PAUS
SAAT mata pelajaran Agama, guru menjelaskan tentang Sejarah Gereja Modern. Guru asyik mati punya, tapi murid-murid pun ngantuk mati punya.
Guru : Semasa hidupnya, Sri Paus Yohanes Paulus II almarhum pernah coba dibunuh oleh Memet Ali Aqca. Si Memet diancam hukuman mati, namun Sri Paus meminta agar ia tidak dibunuh. (Guru mulai terganggu lihat siswanya ngantuk semua) Hoe Ande! Coba kau ulang saya omong tadi....
Ande : (Terkejut, gosok-gosok mata, dan tampak bingung)
Guru : Tidur terus kau! Siapa yang bunuh Paus?
Ande : Saya punya bapa, Pak Guru. Tadi malam pas jam tujuh tepat. Lalu kami semua duduk potong-potong sampe pagi, untuk dijual di Pasar Lewoleba.
Guru : Kau pu muka tu macam ikan paus!*

Nama itu LEGENDA
ORANG Maumere senang betul kasih nama anak berdasarkan kejadian penting pada saat kelahiran sang bayi. Waktu Sri Paus berkunjung ke Maumere, terdapat anak bernama: Yohanes Paulus II, Karoruls Karol Woijtyla, Paulus Polandia, dan Yohanes Santo Bapa.
Dulu, waktu pasukan Sekutu menyerbu Irak, tercatat nama-nama berikut: Gregorius Sadam Hussein, Rudolfus Rudal Scud, dan Tomas Tomahawk.
Ketika gempa tektonik dan gelombang pasang tsunami meluluh-lantakkan Maumere, muncul nama-nama ini: Teofilus Tektonik, Susana Tsunami, Hieronimus Skala Richter, dan Amadeus Kasur (karena lolos dari maut akibat hanyut di atas kasur).
Kemarin, sehari setelah artis muda Delon bernyanyi di Gelora Samador, ada orang tua mempermandikan anaknya dengan nama: Dionisius Delon Idol. *

KEJAR Paket A
KISAH ini terjadi di sebuah dusun dekat Mataloko, Ngada. Di dalam ruang kelas Kejar Paket A -program pemberantasan buta huruf untuk para ortu.
Guru : Seperti rumah punya fondasi, begitu juga Negara kita punya dasar yang disebut Pancasila. Nah siapa tahu, berapa buahkah dasar-dasar dalam Pancasila?
Watu : Saya pak. Macam rumah, jadi satu buah!
Guru : Satu kau punya bapa itu... Ayo pikir lagi...
Kaju : (Berbisik ke Watu) Bilang lima, jou.... Bilang lima
Watu: (Balas berbisik) Wale bilang satu saja dia su omong saya punya bapa, bilang lima bisa-bisa dihitung sampe saya punya nenek moyang*

Dua SOBAT
MITE dan Baghi adalah dua sahabat karib. Meski sama-sama tuli, tetapi keduanya selalu tampak kompak bertukar-pikiran, sepertinya saling memahami. Suatu pagi, saat hendak ke sawah, Mite melihat Baghi ada tunggu oto dengan berpakaian rapi.
Mite : Teman, kau mau pigi Mbay ko?
Baghi : Tidak teman, saya mau ke Mbay.
Mite : O... Baik sudah. Saya kira kau mau pigi Mbay.*


Baca Selengkapnya...

Kenali Wanita dari Cara Berjalannya, Percaya gak percaya...


Tips dari Kanjeng Pengeran Harya Tjakraningkrat dari buku bertajuk "Bethaljemur Addamakna". Menurutnya setiap gerakan wanita ketika berjalan, melambangkan keperibadiannya.

  1. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah.

Golongan wanita yang jalannya berginjat, konon wanita ini adalah wanita yang tidak jujur, bila berbohong, mulutnya laser dan menyinggung perasaan orang lain. Wanita yang berjalan seperti ini juga terkenal dengan sikap egonya. Lebih parah, wanita ini biasanya pemboros atau suka membazir uang tanpa berpikir sebelum berbelanja. Padahal, uangnya itu masih banyak kegunaannya. Tapi jangan berkecil hati, kerana wanita seperti ini biasanya menjadi pujaan lelaki.

  1. Bila berjalan, sering menoleh ke kanan and kiri.

Wanita seperti ini biasanya pandai menyimpan rahsia. Walaupun ramai yang menganggap wanita seperti ini tidak jujur, suka menipu teman sendiri, dan merugikan temannya, namun, byk lelaki yang berusaha untuk menaklukan hatinya. Konon wanita seperti ini senang diatur.

  1. Bila berjalan suka menunduk

Cara berjalan melambangkan wanita seperti ini memiliki sifat yang tertutup. Ia hanya akan berbicara dengan orang-orang yang dekat dengannya dan dpt dipercaya untuk menyimpan rahasianya. Wanita seperti ini biasanya sukar untuk ditakluk hatinya. Disamping sikapnya yang dingin, wanita seperti ini tidak peduli dengan kehidupan cinta. Namun, jika ada lelaki yang berhasil menawan hatinya, dijamin akan mendapat kebahagiaan. Sebab, wanita jenis ini sangat setia, dan dia tidak akan mengkhianati lelaki yang dicintainya.

  1. Bila berjalan menatap lurus ke depan.

Wanita seperti ini biasanya memiliki pendirian yang teguh. Jangan sekali-sekali menentang apa yang pernah dikatakannya, jika anda tidak mau mendengar dia bicara panjang lebar. Meski pendiriannya teguh, tapi selalu berselisih pendapat. Jangan heran jika wanita seperti ini hanya mau bicara dengan orang yang berpengetahuan luas.

  1. Bila berjalan badan bergerak ke kanan dan kiri.

Wanita yang berjalan dengan gaya yang sedemikian tidak perduli dengan masalah yang berlaku. Apa pun masalah yang ada dihadapannya, dianggap kecil. Padahal masalah itu sebenarnya memerlukan kebijaksanaan dalam menyelesaikannya. Kerana sifatnya yang suka ambil gampangnya ini, banyak persoalan yang akhirnya tidak dapat diselesaikan dan akibatnya merugikan diri sendiri.

  1. Bila berjalan badan tampak tegak

Wanita ini tegas menentukan sikapnya sendiri. Dia tidak mau urusan pribadinya dicampuri orang lain. Gaya bicaranya serius, menunjukkan dia memiliki pendirian teguh. Yang menarik dari wanita ini, ia bertanggungjawap terhadap apa yang pernah dilakukannya. Dia menyenangi lelaki yang mandiri tanpa meninggalkan sifat-sifat romantisnya.

  1. Bila berjalan seperti Jerapah.

Maksudnya, ketika melangkahkan kaki, kelihatan bergerak ke depan dan ke belakang. Wanita jenis ini sangat lemah perasaannya. Dia seorang yang mudah terasa dan mudah tersinggung. Jadi, saat anda bicara dengannya cobalah menjaga perasaannya agar tidak tersinggung, wanita ini mudah mengeluarkan air mata.

  1. Bila berjalan sambil cengar-cengir, senyam-senyum tanpa alasan jelas ini wanita gila, agak kurang waras jgn didekati

  2. Bila berjalan sambil nyanyi trus bawa kecrekan Berarti dia WARIA, bukan wanita asli..banyak pria yang takut padanya

  3. Bila berjalan sambil sesekali memamerkan barisan gigi2nya yang putih HATI HATI dia belom di suntik rabies !

  4. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah Mungkin dia syetan....lariiiiii......hahahhaha......

  5. kalo ada wanita bisa jalan di air, wuah... itu pasti zhang zi yi! :p

  6. Kalo ada wanita berambut panjang menutup muka dan keluar merangkak dari TV anda, maka itu Sadako. Avoid at all cost!


Baca Selengkapnya...

Terbanyak Dikunjungi