Showing posts with label KKN-PPL S1 PGSD. Show all posts
Showing posts with label KKN-PPL S1 PGSD. Show all posts

Mahasiswa Berasrama Perlu Tinggal di Kost ???

14 July, 2009


Menjelang pelaksanaan KKN-PPL PGSD FIP UNY 2009 muncul kebingungan di kalangan mahasiswanya. Kebingungan ini berasal dari kelompok mahasiswa ikatan dinas dan berasrama UPP 1 dan UPP 2. Berdasarkan lokasi sekolah tempat KKN-PPL 2009, ada beberapa sekolah yang jarak tempuhnya cukup jauh dari lokasi asrama sehingga cukup sulit dijangkau. Atas dasar ini beberapa dari antara mereka mengusulkan ke pihak fakultas untuk memberikan ijin tinggal di sekitar lokasi sekolah.
Sebagai contoh adalah kelompok 3 yang berlokasi di SDN Condong Catur Sleman DIY. Sekolah yang beralamat di jalan kaliurang km. 6,5 ini termasuk sekolah yang berada di luar kota karena berada di luar lingkar ringroad. Jarak yang dibutuhkan sampai ke sekolah ini dari asrama UPP 1 sekitar 30 menit. Sebenarnya tidak masalah jika hanya masuk pada pagi hari saja. Namun karena program KKN kali ini bersamaan dengan pelaksanaan PPL, itu berarti selama satu hari penuh mahasiswa harus beraktivitas di sekolah. Jadi, harus pulang dulu untuk makan siang dan kembali lagi untuk mengerjakan program KKN.
Menanggapi usulan tersebut diatas, Pembantu Dekan III FIP UNY bapak Bambang Saptono, M.Si sebagaimana yang diinformasikan Ketua Asrama UPP 1 mengatakan bahwa sah-sah saja jika anak-anak asrama tinggal di kost. Asalkan seluruh biayanya ditanggung sendiri dan hanya berlaku untuk mahasiswa yang lokasi sekolahnya jauh dari asrama. Demikian juga Pembina Asrama UPP 2 bapak Drs. Afandi yang telah memberikan ijin kepada mahasiswanya untuk tinggal di kost selama KKN-PPL berlangsung. Semuanya dalam rangka membantu mahasiswa dalam kelancaran KKN-PPL nantinya. Sementara itu, Pembina Asrama UPP 1 bapak Deni Hartanto, S.Pd belum sepenuhnya memberikan kepastian akan diijin atau tidaknya para mahasiswa untuk tinggal di kost. Beliau masih meminta pertimbangan dengan pihak fakultas untuk masalah ini.
Jika ijin benar-benar diberikan maka beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh setiap mahasiswa tersebut antara lain berkelakuan baik dengan tetap menjaga nama baik UNY. Pergunakan kesempatan tinggal di kost untuk membantu kelancaran KKN-PPL, bukan untuk bebas tidak terkendali. Menjaga ketertiban lingkungan kost juga harus menjadi perhatian para mahasiswa, selain membangun relasi yang baik dengan warga masyarakat.

Baca Selengkapnya...

Pembukaan Tahun Ajaran Baru Dibuka Dengan Upacara Bendera.


Senin, 13 Juli 2009 menjadi hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2009/2010. Kesibukan di masing-masing sekolah hampir pasti adalah mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Demikian juga bagi murid baru kelas I yang untuk pertama kali masuk sekolah (SD) dan mengenakan seragam merah putih. Mereka datang ke sekolah masih ditemani oleh orang tua masing-masing.

Pemandangan serupa terjadi di SDN Condong Catur Sleman DIY. Sekolah yang terletak di jalan Kaliurang km 6,5 ini sejak pukul 06.15 wib sudah dipadati oleh murid baru beserta orang tuanya. Sekitar pukul 07.15 semua siswa sudah berada di halaman sekolah untuk mengikuti upacara bendera. Sedangkan untuk kelas I tidak diikutkan dalam upacara bendera, mereka langsung mendapatkan pengarahan (bimbingan) dari guru walinya masing-masing.

Dalam pidatonya, kepala sekolah SDN Condong Catur bapak Drs. Landjariyanto mengatakan bahwa pandanglah tahun ajaran baru sebagai sebuah kesempatan untuk belajar lebih giat lagi. Pengalaman-pengalaman pada tahun ajaran sebelumnya dijadikan bahan untuk introspeksi diri bagi para siswa untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Sehingga kedepan kalian menjadi siswa yang berprestasi. Memberikan penguatan berupa dorongan semangat kepada teman-teman yang tinggal kelas merupakan tugas untuk semua, khususnya siswa yang berprestasi.

Diakhir upacara diberikan kesempatan bagi mahasiswa KKN-PPL FIP UNY untuk memperkenalkan diri. Dikomandoi oleh Ferdy, pertama-tama memperkenalkan Lewi, Suri, Agah, Suci, Fida, Tyas, Lukas, Nida dan terakhir Novi. Setelah upacara selesai, setiap siswa diperkenankan masuk kelas untuk mendapat pengarahan dari guru kelasnya. Sekolah memutuskan dan mengumumkan bahwa dari hari Senin sampai hari Rabu siswa pulang lebih awal yakni pukul 09.00 wib. Kebijakan ini diambil agar memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengatur jadwal sekaligus pengaturan jam mengajar.

Baca Selengkapnya...

Suasana Hutan Mewarnai Ruangan Perpustakaan SDN Condong Catur Sleman DIY

08 July, 2009


Salah satu sasaran yang hendak dicapai dalam mendesain ruangan perpustakaan SDN Condong Catur pada awalnya adalah menarik sebanyak mungkin siswa datang membaca di perpustakaan. Sebab dengan banyak membaca pengetahuan siswa akan terus bertambah. Maka didesainlah pada bagian depan perpustakaan dengan gambar-gambar menarik seperti pemandangan dan siswa SD yang sedang baca buku.

Melihat begitu cerahnya warna-warni dinding depan perpustakaan, akhirnya kelompok (KKN-PPL) memutuskan untuk menambahkan gambar lagi pada salah satu sisi dalam dinding. Tujuannya adalah memberikan suasana alamia alias natural saat sedang membaca di dalam perpustakaan. Sehingga digambarlah sebuah pemandangan indah di tengah hutan oleh sang perancang gambar Yulius Agah Setiadi Boncat. Hasilnya sangat indah. Saat kita berada di dalam ruangan, seolah berada di tengah hutan yang rindang, sejuk, indah dan tenang. Tentunya suasana ini membantu konsentrasi orang yang sedang membaca.

Upaya ini juga sebagai bagian dari kampanye Global Warming yang sering diperbincangkan oleh orang-orang dewasa. Isu akan bahaya kerusakan lingkungan perlu ditanamkan juga pada anak sejak dini. Gambaran akan hutan yang indah harus diperkenalkan agar muncul niat dalam hati mereka untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungannya.

Kegiatan diatas merupakan rangkaian aktivitas program KKN kelompok S1 PGSD FIP UNY di SDN Condong Catur Sleman DIY. Memasuki hari keenam pelaksanaan KKN-PPL, hamper 75 persen program berjalan. Penataan dan pengelompokan buku masih terus dilakukan dan pemilahan barang-barang yang masih layak untuk disimpan di dalam perpustakaan. Berikut foto-fotonya: sabar ya... lagi diproses.

***

Baca Selengkapnya...

Membenahi Perpustakaan SDN Condong Catur, Fokus Program KKN Kelompok 3

04 July, 2009

Hari Kedua

Kegiatan pada hari kedua masih melanjutkan kegiatan sebelumnya. Pengelompokan buku masih terus dilanjutkan mengingat ada begitu banyak buku-buku yang sudah rusak dan sudah kadarluarsa. Kebanyakan buku-bukunya adalah buku-buku pelajaran kurikulum tahun 1994 dan bahkan kurikulum sebelumnya, yaitu tahun 80-an. Hanya sedikit saja buku-buku terbitan tahun 2000-an. Hal ini sempat membuat kami bingung. Sebab masih mungkinkah buku-buku tersebut digunakan apalagi sampai didata kembali?

Setelah melalui konsultasi dengan Kepala Sekolah, diputuskan bahwa buku-buku terbitan lama dikepak dalam kardus untuk dijual kembali. Uang hasil penjualan akan digunakan untuk membeli buku-buku baru. Kebijakan ini setidaknya memudahkan kami dalam pendataan buku. Tentunya kami hanya mendata buku-buku yang layak pakai saja. Selain buku-buku, kami juga mengepak kertas-kertas untuk dijual.

Di tempat lain, Agah masih melanjutkan dengan kegiatan melukisnya. Hamper seluruh bagian depan dinding perpustakaan telah digambar dengan pemandangan indah. Selain pemandangan, juga dilukiskan dua siswa SD yang sedang membaca di taman. Hal ini ingin menunjukkan kepada siswa bahwa membaca bisa dilakukan dimana saja. Alam dan lingkungan yang sehat dan bersih sangat mendukung aktivitas manusia. Untuk itu jagalah lingkungan agar tetap bersih.

bersambung ke hari ketiga ya....

Baca Selengkapnya...

Membenahi Perpustakaan SDN Condong Catur, Fokus Program KKN Kelompok 3


Hari Pertama

Rabu, 1 Juli 2009 merupakan hari yang ditetapkan universitas sebagai hari pertama berlangsungnya program KKN-PPL mahasiswa S1 PGSD FIP UNY di sekolah masing-masing. Setelah beberapa hari sebelumnya dibekali berbagai materi tentang program KKN-PPL (Sabtu, 28 Juni 2009), hari ini (Rabu, 1 Juli) semua mahasiswa peserta KKN-PPL dengan langkah pasti menuju sekolah-sekolah yang telah ditetapkan. Wajah berseri-seri dan senyum ceria yang tampak dari raut wajah setiap mahasiswa menggambarkan semangat dan niat yang tulus untuk mengabdi sebagai seorang calon guru SD.

Beberapa dari antara mereka yang tersenyum itu adalah kami anggota kelompok 3 yang bertugas di SDN Condong Catur Sleman DIY (Ferdy, Lukas, Agah, Suri, Lewi, Nida, Suci, Fida, Novi dan Tyas). Berangkat bersama dari asrama UPP 1 pukul 06.15 wib menggunakan sepeda motor, kami tiba di sekolah pukul 06.50 wib. Kedatangan kami disambut dengan penuh hangat oleh bapak Drs. Landjar selaku Kepala Sekolah SDN Condong Catur beserta beberapa orang guru. Setelah bersalaman, kami langsung dipersilahkan menuju lokasi yang hendak dikerjakan (perpustakaan). Tanpa basa-basi kaki dan tangan pun beraksi.

Gambaran awal perpustakaan di sekolah ini cukup memprihatinkan. Sebagaimana yang sempat kami paparkan dalam lembar observasi (sebelum penyusunan proposal), keadaan perpustakaan SDN Condong Catur sangat tidak layak untuk digunakan. Mulai dari buku yang tersedia, fasilitas penunjang seperti meja dan kursi, serta kebersihan dan penataan ruangan yang kurang kondusif, cukup memberikan signal bagi kami untuk segera dibenahi. Sehingga segera saja bagian ini kami jadikan sasaran pokok untuk dijadikan program kelompok. Beruntung rencana ini direspon dengan baik oleh pihak sekolah. Walaupun kendala berikutnya bagi kami adalah soal biaya pembenahan, mengingat sejak awal pihak sekolah “angkat tangan” masalah biaya, namun hal itu tidak menciutkan niat kami untuk memperbaiki perpustakaan ini.

Kegiatan kami hari ini adalah mengosongkan ruangan perpustakan dari segala macam benda atau barang (eksodus). Semuanya dipindahkan ke ruangan kelas IA yang masih bersebelahan dengan ruangan perpustakaan. Hanya butuh waktu 2 jam saja kami memindahkan semua jenis barang sampai benar-benar kosong ruangannya. Setelah sesi pemindahan, dilanjutkan dengan sesi pembersihan ruangan. Lantai dipel menggunakan deterjen, dindingnya dibersihkan dan pengecatan dinding depan (dilukis). Kegiatan berikutnya adalah pengelompokan buku-buku (bagi para cewek) dan pembersihan almari dan rak (khusus para cowok).

Unsur keceriaan tidak pernah terlupakan selama pekerjaan berlangsung. Guyonan-guyonan khas Suriyanto dan sekali-sekali celotehan ala Lewi menambah keceriaan suasana. Kebersamaan benar-benar terasa, sehingga pekerjaan yang berat sekalipun menjadi ringan karena dalam suasana kehangatan dan keceriaan. Saking asiknya, tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 15.00 wib. Kelelahan pun mulai dirasakan, akhirnya kami memutuskan pulang pukul 15.30 wib. Awal yang baik untuk kegiatan selanjutnya. Terima kasih teman-teman, teruslah jaga kekompakan diantara kita.

***

Untuk melihat foto-foto yang berhasil diambil pada hari pertama KKN-PPL di SDN Condong Catur Sleman DIY, klik disini.

Bersambung ke hari kedua...

Baca Selengkapnya...

Pembekalan KKN-PPL II S1 PGSD FIP UNY Sangat Membosankan

27 June, 2009



Masuk sesuai jadwal pukul 08.30 WIB, pembukaan Pembekalan berlangsung datar-datar saja. Bapak Suryadi selaku pembicara pertama pada sesi I menyampaikan materi tentang Mekanisme Pelaksanaan KKN-PPL. Sekitar pukul 10.00 wib, masuk sesi II dengan pembicara Bapak M. Yusup, M.Pd dan membawakan materi tentang Evaluasi KKN-PPL. Dilanjutkan lagi dengan sesi III dengan penyampaian tentang Program KKN-PPL S1 PGSD di SD oleh Bapak Mardjuki, M.Pd.

Terlihat sangat membosankan bukan karena kurang menariknya materi yang disampaikan tetapi reaksi para peserta (mahasiswa) yang tidak terlalu antusias. Hal ini dibuktikan dengan suasana riuh selama penyampaian materi oleh setiap pembicara pada acara tersebut. Mahasiswa lebih tertarik dengan aktivitasnya sendiri termasuk ngobrol dengan teman disampingnya. Maklum, pemilihan waktu pelaksanaan KKN-PPL berdekatan dengan jadwal berkhirnya UAS. Setelah selama kurang lebih 2 minggu bergelut dengan buku dan soal-soal ujian, selang sehari kemudian langsung diberikan materi pembekalan (Sabtu, 28 Juni 2009). Singkatnya otak mereka masih butuh penyegaran (istirahat).

Sampul buku Materi Pembekalan dan Panduan KKN-PPL dirancang oleh Tommy dan Asin (Mahasiswa Kalimantan)

Pada bagian depan buku setelah daftar isi terdapat tulisan TIM PENYUSUN dan salah satunya adalah bagian perancang sampul oleh Tomi Adiantos (buku Panduan KKN-PPL) dan Klaudius Asin (buku Materi Pembekalan).Keduanya adalah Juara I dan II lomba desain sampul Panduan KKN-PPL UNY tahun 2009 yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta KKN-PPL se-UNY 2009. Pencapaian prestasi yang sangat membanggakan mengingat keduanya adalah mahasiswa berasrama UPP 1 asal Kab. Melawi dan Kab. Landak - Kalimantan Barat. Sebagai apresiasi atas prestasi ini, mereka berdua dihadiahi sebuah sertifikat serta uang pembinaan sebesar Rp 400.000 (juara I) dan Rp 300.000 (juara II) oleh UPPL UNY.

Saat ditanyakan apa perasaannya ketika melihat hasil karyanya dipakai sebagai sampul buku KKN-PPL, Asin mengatakan kalau dirinya bangga sekaligus tak percaya bahwa desainnya terpilih menjadi yang terbaik. Lebih dari itu, prestasi ini akan memotivasinya untuk memberikan yang terbaik selama KKN-PPL nanti. Tidak heran jika uang hadiah lomba sepenuhnya diserahkan untuk kelancaran program KKN-PPL kelompoknya. Sebuah tindakan yang patut dicontoh. Selamat ya…

***


Baca Selengkapnya...

CERITA LAIN DIBALIK PPL 1 PGSD FIP UNY

09 March, 2009

Oleh: Ferdy H. Pantar

Lain dari biasanya. Malam sebelum keesokkan harinya terjun ke SD, segenap mahasiswa PGSD UPP 1 seolah tersihir oleh kesibukkan banyak hal. Ada yang sibuk menyemir sepatunya. Ada yang asyik menyetrika baju dan celana serta jas almamater sampai-sampai gosong. Ada yang mulai menata rambut seindah mungkin menyerupai guru yang professional, walaupun belum jelas seperti apa sih penampilan guru yang professional tersebut. Banyak aktivitas lain yang sungguh lain dari biasanya. Semua itu dilakukan dalam rangka mewujudkan harapan masyarakat akan sosok seorang guru yang professional.

Pagi harinya, waktu baru menunjukkan pukul 06.00 wib. Hiruk pikuk asrama mulai terdengar. Hempasan air di kamar mandi yang tiada hentinya menandakan kalau calon-calon guru SD ini sedang membersihkan tubuh mereka alias mandi. Selang beberapa waktu kemudian, beberapa mahasiswa mondar-mandir seputar lobi dengan berpakaian hitam putih dilapisi jas kebanggaan kampus. Pada hal acara penyerahan di SD baru terlaksana pada pukul 10.00 wib. Senyum ceria tampak dari raut wajah menggambarkan semangat bakti mereka untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah dan para siswa. Kendati baru sekedar penampilan, hal ini telah menunjukkan hasrat yang positif. Rasa solidaritas ditunjukkan dengan usaha membangunkan teman yang masih terlelap tidur. Mereka yang bangun tidur terlambat dikarenakan persiapannya sampai larut malam.

Disambut Dengan Keceriaan Siswa dan Keramahan Kepala Sekolah (kelompok 2: SDN Condong Catur, Sleman)

Memasuki pintu gerbang sekolah langkah kaki seolah teratur. Kewibawaan seorang guru menjadi acuan kami. Satu per satu kami disalami siswa yang kebetulan sedang istirahat. Keramahan dan keceriaan mereka membuat kami tersanjung. Pak Kepala Sekolah sedang menunggu kami di depan pintu kantornya. Dia mempersilahkan kami masuk sambil menunggu kehadiran dosen pembimbing. Tepat pukul 10.00 kami menuju ruangan kelas tempat acara penyerahan berlangsung. Hadir juga beberapa orang guru yang sengaja diminta Kepala Sekolah untuk menyambut kami.

Pertemuan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah dengan doa dan ucapan selamat datang di SDN Condong Catur. Selanjutnya dosen pembimbing (Bu Sekar, S.Pd) menjelaskan maksud dan tujuan kehadiran para mahasiswa di SDN Condong Catur. Ibu yang saat ini sedang dalam tahap akhir menyelesaikan studi S2-nya di UNY ini mengharapkan kerjasama pihak sekolah untuk mendampingi dan mengarahkan mahasiswa selama observasi berlangsung. Harapan tersebut diamini oleh bapak Kepala Sekolah yang pada kesempatan itu juga menyampaikan maaf bila selama observasi nanti terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Upacara penyerahan selesai, para mahasiswa langsung dengan tugasnya melakukan observasi. Hari pertama masih pada tahap pengamatan fisik sekolah. Pada hari kedua baru mengadakan pengamatan di dalam kelas. Secara keseluruhan mahasiswa merasa sangat terbantu selama proses observasi. Pihak sekolah SDN Condong Catur khususnya para gurunya sangat ramah dan mudah diajak kerja sama. Hal itu terbukti dengan begitu lancarnya para mahasiswa mendapatkan data-data yang berkaitan dengan kegiatan KKN-PPL nantinya. Semoga semua ini menjadi awal yang baik untuk melanjutkan program KKN-PPL kelompok yang terdiri dari Lukas (S6J), Ferdy (S6J), Suri (S6J), Agah (S6J), Lewi (S6J), Novia (S6A), Nida (S6A), Fida (S6A), Tyas (S6A) dan Suci (S6A). Moga sukses ya Friend…

* * *

Baca Selengkapnya...

KKN – PPL S1 PGSD FIP UNY DILAKSANAKAN SECARA BERSAMAAN

02 January, 2009

Oleh: Ferdy H. Pantar

Rabu, 31 Desember 2008 di Aula Kampus PGSD UPP 1, seluruh mahasiswa S1 PGSD semester V UPP 1 FIP UNY menerima pembekalan KKN-PPL dari bapak Saliman selaku Koordinator KKN-PPL UNY. Pembekalan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diawali dengan sambutan Ketua HIMA PGSD UPP 1, pengantar dari KAJUR S1 PGSD FIP UNY serta pengarahan dari Koordinator KKN-PPL UNY.

Dalam pengarahannya, bapak yang mewakili UNY merekrut para mahasiswa asal kabupaten Melawi di Melawi ini mengatakan kalau pelaksanaan KKN mahasiswa PGSD se-UNY tahun 2008 bersamaan dengan PPL di sekolah-sekolah langganan UNY sekitar DIY. Waktu pelaksanaan KKN-PPL pada bulan Juli sampai September 2009. Untuk membedakan antara kedua program ini beliau menjelaskan bahwa KKN lebih mengarah pada pemberdayaan, sedangkan PPL lebih mengarah pada pembelajaran. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa persyaratan utama mengikuti KKN-PPL adalah minimal IPK 2,5, sudah menempuh mata kuliah MT alias Mikro Teaching, tidak dalam keadaan hamil dan harus membayar uang pendaftaran sebanyak Rp. 250.000,00. Bagi mahasiswa yang baru mencapai IPK dibawah 2,5 hanya boleh mengambil PPL saja.

Berdasarkan rencana, tempat KKN-PPL tahun 2008 masih sekitar wilayah DIY dan pada sekolah-sekolah langganan UNY. Alasan ditetapkannya sekolah-sekolah tersebut adalah berkaitan dengan mutu sekolah dan kualifikasi gurunya demi mendukung pelaksaan KKN-PPL mahasiswa UNY. Sebab untuk diketahui, guru-guru pada sekolah tersebut nantinya akan menjadi pembimbing bagi para mahasiswa, sehingga tidak mungkin mahasiswa S1 PGSD dibimbing oleh para guru SD lulusan D-II.

Jika diperhatikan, dua program yang jelas berbeda ini dilaksanakan pada waktu bersamaan merupakan sebuah kebijakan yang sangat berat khususnya bagi para mahasiswanya. Betapa tidak, PPL saja sudah cukup menguras tenaga dan pikiran para mahasiswanya. Belum pada persoalan mengajar, para mahasiswa harus berpikir keras dalam hal pembuatan media dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang nantinya harus dibuat sebanyak dua atau lebih mata pelajaran setiap harinya.

Namun untuk menjawab persoalan ini, pihak UNY mengambil kebijakan dengan menghubungkan kedua program ini (KKN dan PPL). PPL yang pusat kegiatannya adalah di sekolah (belajar-mengajar) hanya berlangsung selama jam pelajaran sekolah yakni dari jam 07.00 sampai jam 13.00 WIB. Sedangkan untuk KKN yang pusat kegiatannya di masyarakat dilaksanakan setelah jam pelajaran di sekolah. Dari segi kegiatannya, KKN sebetulnya hanya mendukung program-program PPL dan masyarakat yang dihadapinya adalah masyarakat sekitar sekolah (lebih sempit). Kendati demikian, setiap mahasiswa harus dari sekarang mulai mempersiapkan dirinya dengan segala hal demi kelancaran KKN-PPL nanti. Manajemen waktu menjadi sebuah harga mati untuk diperhatikan masing-masing mahasiswa.

Berkaitan dengan kriteria pembagian kelompok, kebijakan yang diambil adalah tetap berdasarkan kelas masing-masing dan satu kelompok (per sekolah) terdiri dari 10 mahasiswa. Para mahasiswa yang IPK-nya 3,0 keatas, kemungkinan besar akan ditempatkan di sekolah-sekolah favorit. Namun bukan berarti semua mahasiswa yang ditempatkan di sekolah-sekolah kurang favorit adalah para mahasiswa yang belum pandai mengajar. Sebab tidak semua mahasiswa yang IPK-nya diatas 3,0 pandai mengajar.

So, persiapkan semuanya dari sekarang. Keberhasilan kita selama KKN-PPL semuanya tergantung kita sendiri. Jadilah mahasiswa yang aktif, kreatif dan professional. Semua itu demi kelangsungan profesi yang sedang kita tempuh saat ini. Pendahulu-pendahulu kita akan sangat bangga jika seluruh tenaga, pikiran dan raga kita persembahkan untuk kemajuan dunia pendidikan negeri ini. Selamat berjuang kawan, salam Oemar Bakrie…!!!

Baca Selengkapnya...

Terbanyak Dikunjungi