Showing posts with label Melawi. Show all posts
Showing posts with label Melawi. Show all posts

PERSYARATAN PENGAJUAN BERKALA, TASPEN, KARTU PEGAWAI DAN CUTI PEGAWAI

02 March, 2013

Pengajuan SK pertama Kali :


Berkala pertama kali :
  • Surat pengantar
  • FC SK CPNS
  • FC SK PNS
  • NIP baru( Di copy masing2 1 rangkap)
Berkala bagi yang sudah pernah :
  • 1.       Surat pengantar
  • 2.       FC berkala terakhir
  • 3.       Fc SK pangkat terakhir
  • 4.       NIP baru
  • 5.       FC CPNS( dicopy masing2 1 rangkap
PENGAJUAN KARTU TASPEN
  • 1.       Surat pengantar
  • 2.       FC SK CPNS
  • 3.       FC Surat Tugas
  • 4.       Fc daftar gaji( dicopy masing2 2 rangkap
SYARAT PENGAJUAN TAPERUM

  • 1.       Surat pengantar Kepala BKD
  • 2.       Fc SK CPNS
  • 3.       Fc PNS
  • 4.       FC KARPEG
  • 5.       Fc SK pensiun
  • 6.       Fc KTP
  • 7.       Fc Golongan(II/a,IIIa,Iva) SK gol.terakhir
  • 8.       Surat ket.kematian dan surat ket hak waris dari camat bgi yg meninggal
  • 9.       Materai 6000( 2 lembar )(dicopy masing2 4 rangkap )
USULAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI PENCAIRAN DANA TASPEN

  • 1.       Surat pengantar kepala BKD
  • 2.       Fc SP 4(surat permintaan pembayaranpensiun/tunjangan pertama dan tunjangan hari tua
  • 3.       Fc kartu peserta Taspen
  • 4.       Fc SK CPNS
  • 5.       Fc KARPEG
  • 6.       Fc SKPP ( Surat penghentian pembayaran )
  • 7.       Fc SK Pensiun(dicopy masing2 2 rangkap)
PERSYARATAN PENGAJUAN KARPEG (UNTUK PNS)

  • 1. Surat pengantar 1 lembar
  • 2. Fc SK CPNS 2 rangkap
  • 3. Fc SK PNS 2 rangkap
  • 4. Fc surat tgs
  • 5. Fc STPPL 2 rangkap
  • 6. pasphoto hitam putih dinas 3x4  4 lembar
USULAN KENAIKAN PANGKAT

  • 1.       Pak asli
  • 2.       Fc SK CPNS
  • 3.       Fc SK PNS
  • 4.       Fc SK karpeg
  • 5.       Fc SK pangkat terakhir
  • 6.       Fc surat tugas terakhir
  • 7.       DP3 2 tahun(2 rangkap / legalisi)
PERSYARATAN PENGAJUAN KARPEG (UNTUK SEKDES PNS)

  • 1.       Surat pengantar 1lembar
  • 2.       Fc SK PNS 2 rangkap
  • 3.       Fc surat tugas 2 rangkap
  • 4.       Fc SPMT 2 rangkap
  • 5.       Fc sertifikap pelatihan/Piagam Pelatih sekdes 2 rangkap
  • 6.       Pas photo 3x4  4 lembar
PERSYARATAN PENGAJUAN KARIS / KARSU

  • 1.       Surat pengantar 1 lembar
  • 2.       Asli laporan perkawinan dari kepala Unit kerja/organisai 2rangkap
  • 3.       Fc SK CPNS 2 rangkap
  • 4.       Fc SK CPNS 2 rangkap
  • 5.       Fc SK PNS 2 rangkap
  • 6.       Fc surat nikah yang dilegalisir bagi PSN Islam oleh KUA setempat
  • 7.       Fc Akta perkawinan bagi no ISLAM dari DISUKCAPIL
  • 8.       Pasphoto istri/suami hitam putih 3x4  4 lembar
  • 9.       Fc NIP BARU
PERSYARATAN PEMBUATAN KARPEG UNTUK KREDIT

  • 1.       Fc aplikasi kredit dari Bank yang telah diisi lengkap ditandaatangani kepala unit kerja /satuan organisasi 1 rangkap
  • 2.       Fc  SK CPNS 1 rangkap
  • 3.       Fc PNS 1 rangkap
  • 4.       Fc SK pangkat terakhir 1 rangkap
  • 5.       Fc TASPEN (bagi yang telah memiliki) 1 rangkap
  • 6.       Materai 6000 1 lembar (bagi yang CPNS)
PERSYARAT CUTI CPNS

1. Cuti tahunan /cuti besra/cuti karena alasan penting
  • a. Surat pengantar 1 lembar
  • b. Surat permohonnan CPNS ybs, yang telah disetujui kepala unti kerja/satuan organisasi 1 rangkap
2. Cuti bersalin / Sakit
  • a. Surat pengantar 1 lembar
  • b. surat permohonan PNS ybs telah disetujui kepala unit kerja/satuan organisasi
  • c. Asli surat keternangan melahirkan atau prediksi melahirkan dari bidan/dokter yang menangani 1rangkap
  • d. Asli surat keternangan sakit dari Dokter yang menangani 1 rangkap
3. CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA/CUTI     MENUNAIKAN IBADAH HAJI
  •  a. Surat pengantar 1 lembar
  • b. surat permohonan PNS ybs, yang telah  disetujui Keplala Unit kerja/satuan organisasi 1 rangkap
  • c. Asli surat keterngan /surat keputusan/surat tugas dari kepala Unitkerja/satuan Organisasi/Instansi/Lembaga Departemen/ Non Departemen 1 rangkap
  • d. Data pendukung lainnya 1rangkap

4. CUTI BERSALIN (YANG TIDAK DIKATEGORIKAN SEBAGAI CUTI LUAR    TANGGUNGAN NEGARA)
  • a. surat pengantar 1 lembar
  • b.surat permohonan PNS ybs,yang telah disetujui kepala unit kerja/ satuan organisasi 1 rangkap
  • c. asli surat keterangan dari kepala unit kerja/satuan organisasi yang  menyatakan PNS wanita ybs,telah melahirkan anak dalam kategori persalinan yang ke empat dalam seterusnya 1 rangkap 
  • d .asli surat keterangan melahirkan atau prediksi melahirkan dari bidan/dokter 1 rangkap.                           

Baca Selengkapnya...

SEJARAH KALIMANTAN BARAT

01 February, 2010

Provinsi Kalimantan Barat terbentuk tanggal 1 Januari 1957. Pembentukannya berbarengan dengan provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Pada awal kemerdekaan, wilayah Kalimantan Barat merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan.

Penghuni pertama Kalimantan Barat diperkirakan hidup di kawasan pantai dan pinggiran Sungai Kapuas. Pada abad ke 5, mereka sudah menjalin hubungan dagang dengan India, Cina, dan Timur-Tengah. Mereka termasuk dalam rumpun Melayu.

Di Kalimantan Barat sedikitnya pernah berdiri 13 kerajaan. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah Tanjungpura, Sukadana, Simpang, Mempawah, Sambas, Landah, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu, dan Pontianak. Tumbuhnya kerajaan tersebut bermula dari kedatangan Prabu Jaya, anak Brawijaya dari Pulau Jawa.

Tahun 1598, Belanda mulai mendarat di Kalimantan. Namun kolonialisme baru mencengkram Kalimantan pada abad ke 17. Ketika itu, Belanda dan Inggris berusaha untuk menguasan perdagangan. Sementara itu, Kerajaan Bugis juga berusaha menguasai Kalimantan. Mereka kemudian mendirikan kerajaan baru di Mempawah. Selain itu, lahir pula Kesultanan Pontianak, yang pada masa pemerintahan Sultan Hamid menggabungkan diri dengan Republik Indonesia.

Pada abad ke 19, Belanda dan Inggris semakin intensif memaksakan monopoli dagangnya di berbagai kesultanan. Mereka juga menyebarkan agama kristen. Agar bisa mendominasi perdagangan, mereka harus mematahkan berbagai perlawanan beberapa kesultanan dan suku yang tidak mau tunduk. Pada awal abad ke 20, Belanda telah menguasai daerah pedalaman. Namun tahun 1930, Belanda baru berhasil menduduki Kalimantan, Kecuali Kalimantan Utara yang dikuasai oleh Inggris.

Dalam abad ke 20 ini, mulai bermunculan gerakan-gerakan kebangsaan. Berbagai pergerakan merupakan cabang pergerakan di Jawa. Hal ini disebabkan oleh sistem perhubungan Kalimantan dengan Jawa yang sudah mulai baik. Rakyat yang merasa tertekan oleh penjajah Belanda, membentuk wadah-wadah perjuangan.

Organisasi politik pertama yang berdiri di Kalimantan Barat adalah Syarikat Islam tahun 1914. dalam waktu singkat, Syarikat Islam berkembang dengan cepat, dimana perkembangannya ditunjang pula oleh para raja dan bangsawan. Pada tahun 1922, lahir organisasi baru beraliran komunis, bernama Syarikat Rakyat. Organisasi ini dipimpin oleh Gusti Sulung Lelanang, mantan aktivis Syarikat Islam.

Organisasi lainnnya yang terbentuk di Kalimantan Barat adalah Muhammadiyah. Cabang organisasi Islam ini dibuka oleh dua orang guru agama dari Sumatera Barat. Mulai tahun 1932, Muhammadiyah berkembang pesat, mereka membuka cabang di Pontianak, Sungai Bakau Kecil, Singkawang, dan Sambas.

Tahun 1936, Partai Indonesia Raya (Parindra) membuka cabangnya di Kalimantan Barat. Setelah itu, mereka membuka cabang di beberapa wilayah Kalimantan Barat seperti di Pontianak, Ngabang, Sambas, dan Singkawang. Selain pergerakan yang merupakan cabang dari Jawa, muncul pula organisasi politik lokal seperti Persatuan anak Borneo. Namun organisasi ini berada di bawah pengaruh Belanda, dan tidak berperan dalam memunculkan kesadaran kebangsaan.

Pada bulan Februari 1942, Jepang mendarat di Kalimantan dan langsung mengambil alih kekuasaan Belanda. Jepang kemudian melarang organisasi politik dan melakukan pemaksaan dan peindasan terhadap rakyat. Berbagai kegiatan rakyat dipusatkan untuk tujuan perang Jepang. Kungkungan dan kekejaman Jepang berakhir ketika "Sang Saudara Tua" ini kalah dalam perang, menyerah terhadap sekutu.

Berita proklamasi kemerdekaan sampai di Kalimantan Barat tanggal 18 Agustus 1945. setelah berita proklamasi ini menyebar, para pejuang Kalimantan Barat segera membentuk organisasi yang diberi nama Panitia Penyongsong Republik Indonesia (PPRI). Setelah itu, mulailah era usaha mempertahankan kemerdekaan.

Upaya untuk mewujudkan pemerintahan Republik Indonesia di Kalimantan Barat mendapat kendala karena Belanda kembali menguasai daerah ini. Perjuangan untuk mengusir Belanda dilakukan dengan jalan militer dan politik. Di jalan militer, pada pejuang melakukan serangan-serangan terhadap pos-pos pertahanan Belanda. Di bidang politik, perjuangan dilakukan dengan mendirikan berbagai organisasi perjuangan, seperti Gabungan Persatuan Indonesia (Gapi), Persatuan Bangsa Indonesia Sambas (Perbis), Pemuda Indonesia Merdeka (PIM), Gerakan Indonesia Merdeka (Gerindo), Persatuan Muslim Indonesia (Permi), dan Gerakan Pemuda Indonesia (Gerpindo).

Belanda melakukan berbagai penangkapan terhadap pejuang. Akibatnya banyak pejuang yang terpaksa menyingkir ke daerah pedalaman. Mereka kemudian membentuk satuan-satuan semi militer dengan beranggotakan bekas Heiho dan penduduk. Perjuangan melawan Belanda semakin sengit ketika Belanda bermaksud mendirikan negara Kalimantan. Lewat Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda menjadikan Kalimantan Barat sebagai negara bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS).

Namun keberadaan RIS tidak diterima rakyat. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Kalimantan kembali menjadi bagian dari Republik Indonesia. Sebagai gubernur Provinsi Kalimantan setelah pembubaran RIS, diangkat Dr. M. Murjani.

Setelah pembentukannya, yaitu, tanggal 1 Januari 1957, Kalimantan Barat mulai menata pemerintahan. Namun karena situasi keamanan baik lokal maupun nasional belum stabil, pemerintahan ketika itu tidak bisa memperbaiki tingkat kehidupan rakyatnya. Setelah berbagai kekacauan berakhir, yang diakhiri dengan penumpasan terhadap peristiwa G30S/PKI, pemerintah daerah Kalimantan Barat dapat melakukan perbaikan kehidupan dan kesejahteraan rakyat.


***

Dilansir dari:
http://dayakblogs.blogspot.com/2010/01/sejarah-kalimantan-barat.html


Baca Selengkapnya...

Selamat Jalan Pak Suman...

16 January, 2010






IN MEMORIAM





TURUT BERDUKA CITA





Atas Berpulangnya Ke Pangkuan Tuhan Yang Maha Esa






Almarhum Bpk Suman Kurik, MM





1/12/2010

Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya dan diberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan



Keluarga Besar Mahasiswa PGSD asal Kabupaten Melawi (KARMAPI) di Yogyakarta

Baca Selengkapnya...

TIM SEPAK BOLA MELAWI KALAH LEWAT ADU PENALTI

17 November, 2009


Tim sepak bola Melawi tingkat mahasiswa di Yogyakarta harus terhenti di pertandingan pertama dalam turnamen Bengkayang Cup setelah kalah adu penalty dari tim Sanggau pada Sabtu, 14 November 2009. Pertandingan yang berlangsung di lapangan Kodim 403 Condongcatur tersebut disaksikan oleh sekitar 150 orang penonton yang berasal dari pendukung kedua tim. Melawi yang turun dengan mengenakan kostum putih diperkuat oleh para pemain dengan pengalaman seadanya. Sedangkan Sanggau yang turun dengan mengenakan kostum orange diperkuat oleh sebagian besar pemain berpengalaman (katanya) dan beberapa pemain baru.

Sejak kick off babak pertama dibunyikan, para pemain Melawi langsung tampil menyerang. Dengan formasi 3-5-2, alur serangan banyak dilakukan dari tengah dan sisi kiri pertahanan lawan. Beberapa peluang sempat diciptakan melalui kedua strikernya, namun tak satu pun menghasilkan gol. Sementara itu, para pemain Sanggau juga mencoba membangun serangan namun selalu kandas akibat disiplinnya lini belakang Melawi. Pada 20 menit awal, Melawi mendominasi serangan. Akibatnya ketika keasikan menyerang, kecerobohan lini belakang anak-anak Melawi pada menit 20-an memberikan peluang bagi striker Sanggau untuk merubah kedudukan menjadi 1-0.

Sadar akan ketertinggalannya, para pemain Melawi terus menggempur pertahanan tim Sanggau melalui umpan terobosan maupun umpan melambung. Namun upaya tersebut sia-sia hingga babak pertama usai. Pada babak kedua tim Melawi melakukan beberapa pergantian pemain. Upaya ini memberikan hasil positif setelah Lapin (kapten tim Melawi) berhasil menyodorkan umpan terobosan kepada Fahmi dan berhasil mengecoh penjaga gawang Sanggau. Kedudukan berubah menjadi 1-1. Demi mengejar kemenangan, kedua tim silih berganti melakukan serangan. Namun kedua tim bermain imbang dalam 2 x 45 menit sehingga kemenangan harus ditentukan lewat drama adu penalty.

Dalam drama adu penalty, tim Melawi mendapat kesempatan pertama sebagai penendang. Tendangan Kusnadi masih terlalu lemah dan berhasil ditepis oleh penjaga gawang Sanggau. Giliran penendang pertama dari tim Sanggau dan berhasil mengecoh penjaga gawang Melawi. Penendang kedua, ketiga dan kelima berhasil masuk ke gawang sedangkan penendang keempat (Rio) hanya membentur mistar gawang. Keadaan ini memberikan kemenangan bagi tim Sanggau yang keempat penendangnya berhasil menjaringkan bola ke gawang tim Melawi, kendati salah seorang penendang berhasil ditepis. Hasil akhir menjadi 4-3 (1-1) untuk kemenangan tim Sanggau.

Baca Selengkapnya...

OEMAR BAKRIE DARI BUMI MELAWI

21 March, 2009

Teman-temanku bertanya, kenapa tampilan blogku bertuliskan OEMAR BAKRIE DARI BUMI MELAWI? Apa maksud sebutan tersebut? Benarkah di Melawi ada istilah atau gelar Oemar Bakrie? Apa hubungannya dengan bumi Melawi? Banyak pertanyaan lain lagi yang dilontarkan sejak kemunculan blog ini.


Terus terang, istilah Oemar Bakrie menjadi populer sejak sang maestro musik Indonesia (Iwan Fals) menggunakannya hanya untuk menggambarkan kegigihan seoarang guru menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Terinspirasi dari sinilah nama Oemar Bakrie kujadikan idola sebagai gambaran ideal guru masa depan. Kebetulan juga saat ini aku sedang menempuh studi di PGSD yang nantinya akan menjadi guru SD. Guru yang dibutuhkan saat ini adalah guru yang selain memiliki kompetensi akademik juga kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Selain itu juga sosok guru yang diharapkan masa kini adalah yang tidak banyak menuntut "kesejahteraannya" terpenuhi sebagaimana Oemar Bakrie. Dengan bermodalkan sepeda ontel dan kemauan, ia terus mengabdi demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saat ini kesejahteraan guru sangat diperhatikan. Indikasi ini tentunya mengharapkan semangat pelayanan yang tulus kepada masyarakat. Melawi sebagai daerah yang masih sangat memerlukan tenaga guru juga berharap sosok-sosok Oemar Bakrie lainnya untuk membawa Melawi maju dalam bidang pendidikan. Sejak kini lah semangat itu terbentuk. 49 orang dididik di UNY dengan harapan akan pulang menerapkan ilmu yang didapatkan. Jiwa pelayanan Oemar Bakrie tertanam dalam-dalam, sehingga apapun rintangan yang dihadapi nanti bukan merupakan sebuah hambatan melinkan sebuah peluang untuk terus berbakti demi bumi Melawi yang indah.

Selamat berjuang kawan, bersama kita bisa.
Salam OEMAR BAKRIE...

Baca Selengkapnya...

INTERNET MASUK WARUNG KOPI

14 February, 2009

Pernah seorang kawan bercerita ; "Susah ya klo di Pontianak, apa-apa gak ada,...terutama internet,..uih carinya keliling kota, warnet gak da..apalagi Hotspot....dikota aja gitu, mungkin dipedalaman pada gak kenal komputer kali ya",...
Jujur saat itu aku hanya senyam-senyum menahan malu gak ketulungan,..Iya dong,..masa tanah leluhur dikatain gitu aku gak tersinggung,...tapi aku tidak punya hak untuk melabraknya kala itu toh itu kenyataan kok, ....Real, ...Jelas,.... Gak Kabur,....dan entah apalagi yang bisa aku katakan,...tapi itu 2 Tahun yang yang lalu bung, kini silakan aja datang ke pontianak, Internet sudah bisa ditemui dimana-mana, sampai penjual sate aja sambil browsing...alasannya mencari menu sate yang paling disukai warga luar negeri hehehehe....itu dikota pontianak...lalu di pedalaman gimana ?....
Klo 2 Tahun lepas mungkin aku masih seperti yang kawanku katai....kini,...sama bung...Internet malah sudah bisa diakses dari warung kopi, modalnya pasti jelas minimal bawa laptop atau HP & PDA yang ada media Wifinya....percaya gak?...klo gak percaya datang aja ke kabupaten melawi-nanga pinoh di warkop KINI, yang berjarak sekitar 450 KM dari ibukota pontianak kalimantan barat,..jadi Internet sekarang bukanlah hal yang susah untuk dicari lagi dipontianak tapi malah sebaliknya orang-orang kalimantan udah pada bosan sama internet...hehehe...dan saya berharap 3 tahun kedepan para orangtua khususnya orangtuaku di kampong melawi sudah bisa membawa laptop pergi keladang atau sawah, sambil browsing mengenai cara memelihara padi dan menanam jagung yang baik itu gimana wkwkwkwkw...

Dan kepada sahabat-sahabat yang berada diluar kalimantan, jgn berani bicara sebelum melihat bukti, serta kepada sahabat asal kampong melawi yang mungkin sedang menuntut ilmu diluar sana jangan takut anda tidak bisa mengakses Friendster atau cek email ketika pulang kampong melawi, sebab Disini Hotspot sudah bisa anda nikmati langsung dari warung kopi, walaupun gak gratis...palingan 5000 Rupiah Perjam, lumayan murah untuk daerah terpencil,...dan untuk kabupaten lain dikalimantan barat semoga teknologi ini juga bisa diaplikasikan secepat mungkin, sebab sepengetahuan saya, hanya kabupaten melawi yang menyediakan Hotspot...hihihi malu dong dengan kampong melawi yang baru seumur jagung,....sudah memiliki fasilitas Hotspot....terus ada RT/RWNet juga...
Wah salut....dan kepada bang acai sang pemilik warung kopi, semoga Ide anda bisa diadopsi oleh pemda setempat untuk segera melirik bidang IT satu ini, agar kita tidak ketinggalan dari daerah lain, terutama diluar kalimantan, serta kepada CV.GNG HAREMMADAK semoga Perusahaan anda tetap eksis di kampong melawi, dan terus memperbaiki diri untuk pengembangan-pengembangan selanjutnya....Bravo netmelawi
Sumber; www.kampoengmelawi.blogspot.com

Baca Selengkapnya...

Pelajar Melawi Dihantui Narkoba

11 February, 2009

Melawi,- Peredaran Narkoba dan Miras terus menyebar luas bukan saja dalam kota namun sudah masuk ke pehuluan dan pedalaman. Kabar menyedihkan Narkoba dan Miras diindikasikan sudah merambah di kalangan pelajar. Karenanya masyarakat berharap agar peredaran Narkoba dan Miras diawasi denga ketat.


Menurut Kusmas Hadi Saputra-ketua 1 Ikatan pelajar Mahasiswa Kabupaten Melawi (IPMKM)- kondisi tersebut akan membawa dampak negatif bagi kelangsungan perjalanan hidup remaja. "Karena di usia yang masih belia sudah diracuni Narkoba yang merupakan musuh utama bagi Negara kita dan generasi penerus, terutama di wilayah kecamatan Tanah Pinoh."

Bila hal itu tak segera diatasi, menurutnya, dikhawatirkan akan terus bertambah banyak korban Narkoba. Dan Narkoba yang lagi ngetren saat ini jenis ineks (pil Ekstasi-red). "Bila generasi muda, terutama pelajar, sudah mulai masuk Narkoba, kondisi itu cukup gawat," katanya.

Menurutnya di usianya yang belasan tahun para remaja cenderung ingin tahunya lebih kuat ketimbangan lainnya. "Tapi tak mampu memfilter (menyaring-red), maka benda haram itu terus merambah mereka sampai membuat ketagihan."

Melihat kondisi itu, lanjutnya, diminta pihak terkait segera mengambil langkah, terutama untuk mengatasi peredaran Narkoba dan Miras bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah. "Karena dalam perjalanan mereka, memang diharapkan untuk dapatkan ilmu bukan menyesatkan."

Untuk mengatasi hal ini, kata Dia, semua komponen yang ada harus ikut serta terutama pihak penegak hukum (kepolisian) serta para orang tua. Kemudian untuk di sekolah-sekolah memang diperlukan sosialisasi mengenai bahayanya Narkoba. Apalagi sekarang ini, kondisi demikian mengancam mereka. Diminta pada para pelajar itu sendiri untuk segera menjauhi Narkoba. "Karena Narkoba itu bukan membuat hidup bahagia malahan akan menghancurkan diri sendiri." (bd)

<>

Baca Selengkapnya...

CARI SOLUSI HAPUS BUDAYA KORUPSI

09 February, 2009

”Korupsi di pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sudah menjadi trend atau gaya hidup, bahkan sudah menjadi budaya. Korupsi tidak akan hilang jika pendidikan masyarakat masih rendah,” kata Ketua Umum Ciwanadri Kabupaten Melawi, Wahyudi, Rabu (7/1).

Yudi menjelaskan, pendidikan masyarakat rendah adalah penyebab langgengnya korupsi di berbagai pemerintahan daerah. Masyarakat tidak memiliki pendidikan tinggi, hingga mudah dibohongi. Akibatnya, budaya korupsi pun mulai didekati dan dicoba.

”Kebodohan atau ketidaktahuan masyarakat, menyebabkan lemahnya keingintahuan mereka, terhadap persoalan daerah dan pemerintahan. Ketidaktahuan ini yang menyebabkan lemahnya daya partisifasi masyarakat,” kata pria ramah ini.

Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, sebagai kontrol terhadap roda pemerintahan yang dijalankan eksekutif dan legislatif.

Diungkapkannya, di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan negara Eropa, korupsi sangat sedikit atau tidak ada. Itu bukan karena mereka taat beragama atau memiliki moral yang baik. Tetapi, partisipasi masyarakat sangat tinggi. Sehingga bila ada kemungkinan muncul korupsi masyarakat akan bergerak.

Tidak ada korupsi di negara maju karena pendidikan masyarakat di sana sudah tinggi. Partisipasi sudah baik. Mereka sudah terbiasa dengan beradu argumen tentang penerapan peraturan, ”Di negara maju tidak ada korupsi karena pendidikan masyarakat di sana sudah tinggi. Partisipasi sudah baik. Mereka sudah terbiasa dengan beradu argumen tentang penerapan peraturan,” katanya.

Yudi menambahkan, jika eksekutif dan legislatif melakukan penyimpangan atau membuat kebijakan yang tidak sesuai dengan peraturan, maka masyarakat yang akan menegur dengan cara mereka sendiri. ”Tentunya setelah masyarakat mengetahui peraturan tersebut. Untuk mengetahui dan memamahi sebuah peraturan, masyarakat perlu pendidikan, minimal SMA,” katanya.

* * *

Sumber: www.borneotribune.com

Baca Selengkapnya...

BUDAYA GEMAR MEMBACA MASIH RENDAH


Nanga-Pinoh. Rendahnya kelulusan SMP dan SMA tahun lalu, disebabkan rendahnya minat baca siswa. Demikian diungkap salah seorang guru SMP, Damayanti ditemui beberapa hari yang lalu.

"Bagaimana bisa lulus, kalau siswa tidak memiliki minat untuk membaca. Sementara membaca adalah kegiatan dari proses belajar. Kalau tidak ada minat membaca, berarti anak tidak belajar. Materi yang diberikan guru tidak dapat diingat kalau tidak diulang-ulang atau dibaca-baca," katanya.

Wanita yang baru melahirkan putra pertama ini menegaskan, harus ada upaya untuk menciptakan budaya gemar membaca. Gerakan ini harus menjadi pemikiran seluruh elemen daerah ini, mulai dari orang tua murid sampai daerah kepala daerah ini.

"Masyarakat haru memahami bahwa, tidak suka membaca adalah masalah fatal. Bisa mengakibatkan kebodohan. Sekolah saja tidak cukup untuk memberantas kebodohan, diperlukan keinginan untuk membaca. Seluruh elemen daerah harus memahami ini," jelasnya.

Setelah memahami membaca adalah upaya untuk memberantas kebodohan, terang wanita yang akrab disapa Iit. Ia mengusulkan harus ada tindakan atau perbuatan nyata yang dilakukan elemen masyarakat dan pemerintah daerah ini. Paling tidak, memberi contoh pada generasi muda untuk menyukai membaca.

"Orang tua tidak hanya menyuruh anaknya untuk belajar atau menyukai membaca, sementara mereka tidak melakukan itu. Kalau orang tua menyuruh belajar, sementara ia hanya menonton TV, perintah tersebut sulit untuk diterapkan anaknya. Tetapi kalau orang tua yang sedang membaca buku atau Koran menyuruh anaknya untuk membaca maka perintah tersebut akan diikuti," paparnya.

Diterangkannya, budaya membaca atau menulis bukan budaya orang timur, khususnya orang Indonesia. Membaca dan menulis adalah kegiatan baru untuk orang Indonesia. Orang Indonesia mengenal budaya tutur atau budaya bercerita. Setiap kisah-kisah raja atau kejadian-kejadian besar hanya diturunkan pada generasi berikutnya melalui bercerita.

Sementara budaya orang barat, dalam hal ini Eropa telah mengenal membaca ribuan tahun lalu. Sehingga di Eropa ditemukan berbagai kitab-kitab kuno yang menceritakan sebuah kejadian atau silsilah para raja.

"Jika dibandingkan, peradaban daerah yang memiliki budaya membaca dan menulis ini jauh lebih besar dari pada peredaban yang memiliki budaya bertutur atau bercerita," terangnya.

Budaya membaca ini akan menghasilkan individu-individu yang gemar meneliti, bermain dengan data-data yang akurat. Tetapi budaya bertutur akan menghasilkan orang-orang yang suka berbohong. "Karena daya ingat manusia terbatas, jika bercerita ia tidak menyadari ada sesuatu yang berkurang, ujung-ujungnya menghasilkan orang yang suka berbohong," pungkasnya.?

Sumber: www.borneotribune.com

Baca Selengkapnya...

Wisata Alam dan Budaya Pemikat Investor

06 February, 2009

Sangat disayangkan sekali jika, Kabupaten Melawi dengan julukan Kota Juang, tidak memanfaatkan potensi alam dan budaya yang dimiliki. Sektor pariwisata sangat menjanjikan sekali, sebagai salah satu mesin Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi Kabupaten Melawi, merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai wilayah yang cukup luas. Sehingga untuk menarik investor nampaknya lebih mudah, ditambah lagi objek wisata yang cukup mempesona. Baik objek wisata alamnya, seperti Taman Nasional Bukit Baka, Riam Kenebak, Air Terjun di Ella Hulu dan di Desa Poring,"

Lebih lanjut Pria yang akrab disapa Adang ini katakan, Jika investor sudah masuk ke Kabupaten Melawi dan mau berinvestasi, tidak menutup kemungkian lapangan pekerjaanpun akan tercipata dengan sendirinya. Asalkan benar-benar dikelola dan transparansi dalam pengelolaanya.

"Bukan hanya itu saja, dalam pengelolannyapun masyarakat juga harus dilibatkan pula, agar tercipta sebuah pengelolaan yang terencana dan beimplikasi kepada masyarakat berupa lapangan pekerjaan. Dengan demikian, angka pengangguran dapat ditekan. Pria yang murah senyum berharap, masuknya investor ke Kabupaten Melawi dan bermitra demi kemajuan Kabupaten Melawi, harus diwujudkan.

"Yang jelas kita mendukung masuknya investor ke Kabupaten Melawi, yang diharapkan mampu memberikan perubahan peningkatan perekonomian kepada masyarakat," katanya. Namun, di lain sisi, Adang juga minta kepada Pemerintah Daerah, agar lebih selektif dalam pemberian izin kepada investor.

Adang menambahkan, pemberian izin kepada investor memang sudah seharusnya dilakukan dengan mekanisme secara selektif Pemerintah Daerah. Agar tidak tercipta investor nakal, yang semaunya melakukan pengambil alihan dan kebijakan sendiri. Yang imbasnya kepada masyarakat. "Saya melihat masyarakat mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah, tentang masuknya investor," katanya.

Asalkan, bermuara pada pembangunan dan kemajuan daerah. Sehingga dapat meningkatkan PAD, serta membuka lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, dalam pemberian izin kepada investor, juga harus selektif. Sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. "Seperti ibarat nasi sudah menjadi bubur," kata Adang.

Di tempat terpisah, Galih Wana Bakti, pelajar SMA menyatakan bahwa, Kabupaten Melawi sangat kaya dengan potensi alamnya yang berlimpah. Tinggal bagaimana dapat dikelola dengan sebaik mungkin, demi pembangunan daerah. Menurutnya, di Kabupaten Melawi juga terdapat wisata budaya, dimana banyak ditemukan peninggalan-peninggalan sejarah. Misalnya, makam pahlawan nasional Raden Tumenggung Setia Pahlawan dan keluarganya di Kampung Liang. Juga benda-benda sejarah zaman kerajaan-kerajaan kecil di Tanah Pinoh maupun di tempat lain.

Termasuk saksi-saksi sejarah zaman perjuangan Merah-Putih, dibawah pimpinan Kapten Markasan, yang saat ini masih hidup. Ia perlu diminta kesaksiannya dalam rangka membuat bukti otentik dalam pelurusan sejarah. "Bukan hanya wisata alamnya saja yang mempesona, namun wisata budayanya juga sangat sangat menawan, dan perlu digeber lagi oleh pihak terkait," katanya.

Sehingga Kabupaten Melawi yang dijuluki Kota Juang, bukan hanya sekedar cerita dan pengakuan saja, tanpa ada bukti otentik yang bisa dilihat langsung masyarakat. Karenanya, perlu dibangun Musium Perjuangan Kabupaten Melawi, dalam merebut kemerdekaan.

Sumber: www.borneotribune.com

Baca Selengkapnya...

Sukiman: Mari Terus Kita Jaga Keharmonisan


Kegiatan ditajuk Pentas Bersama Malam Imlek 2560 itu dipusatkan di lapangan basket depan kantor DPRD Melawi. Mengangkat tema: Reaktualisasi Nilai-nilai Kebudayaan dalam Membangun Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Tampak hadir Bupati Melawi A Suman Kurik dan istri, Ketua DPRD Melawi, H Sukiman, SPd, MM dan istri, Waka Polres, Dandim, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, disaksikan lebih 1.000 warga Nanga Pinoh dan yang datang dari kecamatan sekitar.

Kemeriahan sudah tampak dari dekorasi lapangan yang didominasi warna merah. Lampion sebagai ciri khas perayaan Imlek bergantungan. Bupati, Ketua DPRD beserta istri masing-masing, dan panitia menggunakan busana atasan serbamerah yang biasa dikenakan warga Tionghoa saat merayakan Imlek.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri ciptaan Ismail Marzuki. Kemudian acara terus mengalir menampilkan berbagai kesenian dan budaya warga Tionghoa. Mulai dari atraksi barongsai cilik, tari payung, modern dance, puisi, aksi musisi tuna netra, dan wushu. Pentas bersama tambah meriah dengan pesta kembang api tepat pukul 00.00 WIB.

Bupati Suman Kurik dalam sambutannya mengucapkan selamat Imlek kepada warganya. Ia meminta masyarakat Melawi untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan yang selama ini terbina dengan baik. Terutama menjelang Pemilu 2009, 9 April mendatang. Suman Kurik juga menyampaikan keterbatasan dana pemerintah dalam memperbaiki akses jalan yang saat ini masih banyak lubang.

H Sukiman dalam sambutannya, juga mengucapkan selamat merayakan Imlek kepada warga Tionghoa. Calon anggota DPR-RI dari PAN ini mengingatkan masyarakat untuk terus saling menghargai kebudayaan satu dengan yang lain. "Saya sangat berterima kasih, malam ini adalah sebuah penghormatan dan penghargaan bagi saya. Meski kita berbeda partai, berbeda warna dan baju, malam ini terlihat begitu indah," kata Sukiman.

Sukiman mengajak warga Melawi tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Saya lihat di sini banyak tokoh-tokoh adat yang hadir. Mari ini terus kita jaga, sehingga Melawi dapat terus maju membangun," kata Sukiman.

Dalam kesempatan itu, Sukiman juga berharap warga Tionghoa agar bisa menggunakan kesempatan emas dalam Pemilu 2009. Sehingga ada wakil-wakil dari masyarakat Tionghoa untuk duduk dan memperjuangkan kepentingan masyarakatnya. "Saya rasa di sini (Melawi) banyak warga Tionghoa yang mencalonkan diri," ujar Sukiman.

Sumber: www.borneotribune.com

Baca Selengkapnya...

Terbanyak Dikunjungi