Showing posts with label Wacana Umum. Show all posts
Showing posts with label Wacana Umum. Show all posts

PERSYARATAN PENGAJUAN BERKALA, TASPEN, KARTU PEGAWAI DAN CUTI PEGAWAI

02 March, 2013

Pengajuan SK pertama Kali :


Berkala pertama kali :
  • Surat pengantar
  • FC SK CPNS
  • FC SK PNS
  • NIP baru( Di copy masing2 1 rangkap)
Berkala bagi yang sudah pernah :
  • 1.       Surat pengantar
  • 2.       FC berkala terakhir
  • 3.       Fc SK pangkat terakhir
  • 4.       NIP baru
  • 5.       FC CPNS( dicopy masing2 1 rangkap
PENGAJUAN KARTU TASPEN
  • 1.       Surat pengantar
  • 2.       FC SK CPNS
  • 3.       FC Surat Tugas
  • 4.       Fc daftar gaji( dicopy masing2 2 rangkap
SYARAT PENGAJUAN TAPERUM

  • 1.       Surat pengantar Kepala BKD
  • 2.       Fc SK CPNS
  • 3.       Fc PNS
  • 4.       FC KARPEG
  • 5.       Fc SK pensiun
  • 6.       Fc KTP
  • 7.       Fc Golongan(II/a,IIIa,Iva) SK gol.terakhir
  • 8.       Surat ket.kematian dan surat ket hak waris dari camat bgi yg meninggal
  • 9.       Materai 6000( 2 lembar )(dicopy masing2 4 rangkap )
USULAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI PENCAIRAN DANA TASPEN

  • 1.       Surat pengantar kepala BKD
  • 2.       Fc SP 4(surat permintaan pembayaranpensiun/tunjangan pertama dan tunjangan hari tua
  • 3.       Fc kartu peserta Taspen
  • 4.       Fc SK CPNS
  • 5.       Fc KARPEG
  • 6.       Fc SKPP ( Surat penghentian pembayaran )
  • 7.       Fc SK Pensiun(dicopy masing2 2 rangkap)
PERSYARATAN PENGAJUAN KARPEG (UNTUK PNS)

  • 1. Surat pengantar 1 lembar
  • 2. Fc SK CPNS 2 rangkap
  • 3. Fc SK PNS 2 rangkap
  • 4. Fc surat tgs
  • 5. Fc STPPL 2 rangkap
  • 6. pasphoto hitam putih dinas 3x4  4 lembar
USULAN KENAIKAN PANGKAT

  • 1.       Pak asli
  • 2.       Fc SK CPNS
  • 3.       Fc SK PNS
  • 4.       Fc SK karpeg
  • 5.       Fc SK pangkat terakhir
  • 6.       Fc surat tugas terakhir
  • 7.       DP3 2 tahun(2 rangkap / legalisi)
PERSYARATAN PENGAJUAN KARPEG (UNTUK SEKDES PNS)

  • 1.       Surat pengantar 1lembar
  • 2.       Fc SK PNS 2 rangkap
  • 3.       Fc surat tugas 2 rangkap
  • 4.       Fc SPMT 2 rangkap
  • 5.       Fc sertifikap pelatihan/Piagam Pelatih sekdes 2 rangkap
  • 6.       Pas photo 3x4  4 lembar
PERSYARATAN PENGAJUAN KARIS / KARSU

  • 1.       Surat pengantar 1 lembar
  • 2.       Asli laporan perkawinan dari kepala Unit kerja/organisai 2rangkap
  • 3.       Fc SK CPNS 2 rangkap
  • 4.       Fc SK CPNS 2 rangkap
  • 5.       Fc SK PNS 2 rangkap
  • 6.       Fc surat nikah yang dilegalisir bagi PSN Islam oleh KUA setempat
  • 7.       Fc Akta perkawinan bagi no ISLAM dari DISUKCAPIL
  • 8.       Pasphoto istri/suami hitam putih 3x4  4 lembar
  • 9.       Fc NIP BARU
PERSYARATAN PEMBUATAN KARPEG UNTUK KREDIT

  • 1.       Fc aplikasi kredit dari Bank yang telah diisi lengkap ditandaatangani kepala unit kerja /satuan organisasi 1 rangkap
  • 2.       Fc  SK CPNS 1 rangkap
  • 3.       Fc PNS 1 rangkap
  • 4.       Fc SK pangkat terakhir 1 rangkap
  • 5.       Fc TASPEN (bagi yang telah memiliki) 1 rangkap
  • 6.       Materai 6000 1 lembar (bagi yang CPNS)
PERSYARAT CUTI CPNS

1. Cuti tahunan /cuti besra/cuti karena alasan penting
  • a. Surat pengantar 1 lembar
  • b. Surat permohonnan CPNS ybs, yang telah disetujui kepala unti kerja/satuan organisasi 1 rangkap
2. Cuti bersalin / Sakit
  • a. Surat pengantar 1 lembar
  • b. surat permohonan PNS ybs telah disetujui kepala unit kerja/satuan organisasi
  • c. Asli surat keternangan melahirkan atau prediksi melahirkan dari bidan/dokter yang menangani 1rangkap
  • d. Asli surat keternangan sakit dari Dokter yang menangani 1 rangkap
3. CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA/CUTI     MENUNAIKAN IBADAH HAJI
  •  a. Surat pengantar 1 lembar
  • b. surat permohonan PNS ybs, yang telah  disetujui Keplala Unit kerja/satuan organisasi 1 rangkap
  • c. Asli surat keterngan /surat keputusan/surat tugas dari kepala Unitkerja/satuan Organisasi/Instansi/Lembaga Departemen/ Non Departemen 1 rangkap
  • d. Data pendukung lainnya 1rangkap

4. CUTI BERSALIN (YANG TIDAK DIKATEGORIKAN SEBAGAI CUTI LUAR    TANGGUNGAN NEGARA)
  • a. surat pengantar 1 lembar
  • b.surat permohonan PNS ybs,yang telah disetujui kepala unit kerja/ satuan organisasi 1 rangkap
  • c. asli surat keterangan dari kepala unit kerja/satuan organisasi yang  menyatakan PNS wanita ybs,telah melahirkan anak dalam kategori persalinan yang ke empat dalam seterusnya 1 rangkap 
  • d .asli surat keterangan melahirkan atau prediksi melahirkan dari bidan/dokter 1 rangkap.                           

Baca Selengkapnya...

TANTANGAN PARA SARJANA BARU DI DUNIA KERJA

05 May, 2010


Hei sobat, ne postingan pertamaku di bulan Mei. Lama banget ne off dari blog. Benar-benar dibuat pusing gara-gara sibuk di penelitian sekaligus rampungkan laporannya. Syukur semuanya berjalan lancar dan tanpa ada hambatan yang berarti. Gelar sarjana sudah hamper di tangan, kini saatnya bersiap menghadapi tantangan baru di dunia kerja. Pada wall facebook beberapa hari yang lalu, aku dikirimi oleh seorang teman sebuah catatan yang kiranya bagus tuk direnungkan. Tidak hanya buat aku sih, bisa juga buat para fresh graduate lainnya. Berikut petikan catatannya;

Ada 6 hal penting yang sering diabaikan para fresh graduate selama menjalani pekerjaan pertamanya. Apa saja?
1.    Karena saya bergelar sarjana, saya tak perlu berurusan dengan hal-hal yang remeh. Ini pemikiran yang salah. Kebanyakn fresh graduate justru memulai dari bawah. Apapun gelar Anda, cara terbaik untuk mempelajari bisnis adalah dengan merangkak dari bawah, mengerjakan hal-hal kecil yang dianggap "kurang penting". Tenang saja, jika Anda mengerjakan tugas ini dengan baik, Anda pasti akan diberi tugas yang jauh lebih menantang.
2.    Berpikiran sempit
Mahasiswa biasanya sangat idealis. Mereka punya opini pro atau kontra terhadap semua hal, dan memegang teguh pandangannya itu. Sedangkan di tempat kerja, kita dituntut untuk mempertimbangkan semua pilihan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.
3.    Menganggap enteng social media
Para fresh graduate biasanya tidak memikirkan dampak dari isi Facebook dan Twitter mereka terhadap pekerjaan. Bukan hanya bisa merusak imej profesional, menggunakan social media dengan kurang bijak bisa membuat Anda dipecat.
4.    Menunda-nunda
Saat kuliah, jika Anda menunda mengerjakan tugas hingga mepet deadline, hanya Anda yang akan dirugikan. Sementara di tempat kerja, jika Anda menunda pekerjaan, pekerjaan orang lain pun akan ikut terganggu. Imej Anda di mata atasan pun akan rusak.
5.    Tidak bergaul dengan senior
Memang lebih asyik makan siang dengan rekan-rekan kerja yang seumuran. Tapi jika ingin mendaki tangga karier dengan lebih cepat, Anda juga harus bergaul dengan para senior.
6.    Lupa berterima kasih
Sekecil apapun bantuan yang diberikan oleh rekan kerja atau atasan Anda, jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih secara tulus. Jika Anda terkesan tidak peduli, mereka akan berpikir dua kali jika harus membantu Anda lagi.

So, silahkan direnungkan ya. Pastinya masih banyak kan hal-hal yang sangat perlu kita perhatikan selaku pendatang baru di dunia kerja? Enam poin penting di atas cukup sebagai referensi bagi kita sebelum terjun ke dunia kerja. Selamat berkarya kawan…

Baca Selengkapnya...

SEJARAH KALIMANTAN BARAT

01 February, 2010

Provinsi Kalimantan Barat terbentuk tanggal 1 Januari 1957. Pembentukannya berbarengan dengan provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Pada awal kemerdekaan, wilayah Kalimantan Barat merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan.

Penghuni pertama Kalimantan Barat diperkirakan hidup di kawasan pantai dan pinggiran Sungai Kapuas. Pada abad ke 5, mereka sudah menjalin hubungan dagang dengan India, Cina, dan Timur-Tengah. Mereka termasuk dalam rumpun Melayu.

Di Kalimantan Barat sedikitnya pernah berdiri 13 kerajaan. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah Tanjungpura, Sukadana, Simpang, Mempawah, Sambas, Landah, Tayan, Meliau, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu, dan Pontianak. Tumbuhnya kerajaan tersebut bermula dari kedatangan Prabu Jaya, anak Brawijaya dari Pulau Jawa.

Tahun 1598, Belanda mulai mendarat di Kalimantan. Namun kolonialisme baru mencengkram Kalimantan pada abad ke 17. Ketika itu, Belanda dan Inggris berusaha untuk menguasan perdagangan. Sementara itu, Kerajaan Bugis juga berusaha menguasai Kalimantan. Mereka kemudian mendirikan kerajaan baru di Mempawah. Selain itu, lahir pula Kesultanan Pontianak, yang pada masa pemerintahan Sultan Hamid menggabungkan diri dengan Republik Indonesia.

Pada abad ke 19, Belanda dan Inggris semakin intensif memaksakan monopoli dagangnya di berbagai kesultanan. Mereka juga menyebarkan agama kristen. Agar bisa mendominasi perdagangan, mereka harus mematahkan berbagai perlawanan beberapa kesultanan dan suku yang tidak mau tunduk. Pada awal abad ke 20, Belanda telah menguasai daerah pedalaman. Namun tahun 1930, Belanda baru berhasil menduduki Kalimantan, Kecuali Kalimantan Utara yang dikuasai oleh Inggris.

Dalam abad ke 20 ini, mulai bermunculan gerakan-gerakan kebangsaan. Berbagai pergerakan merupakan cabang pergerakan di Jawa. Hal ini disebabkan oleh sistem perhubungan Kalimantan dengan Jawa yang sudah mulai baik. Rakyat yang merasa tertekan oleh penjajah Belanda, membentuk wadah-wadah perjuangan.

Organisasi politik pertama yang berdiri di Kalimantan Barat adalah Syarikat Islam tahun 1914. dalam waktu singkat, Syarikat Islam berkembang dengan cepat, dimana perkembangannya ditunjang pula oleh para raja dan bangsawan. Pada tahun 1922, lahir organisasi baru beraliran komunis, bernama Syarikat Rakyat. Organisasi ini dipimpin oleh Gusti Sulung Lelanang, mantan aktivis Syarikat Islam.

Organisasi lainnnya yang terbentuk di Kalimantan Barat adalah Muhammadiyah. Cabang organisasi Islam ini dibuka oleh dua orang guru agama dari Sumatera Barat. Mulai tahun 1932, Muhammadiyah berkembang pesat, mereka membuka cabang di Pontianak, Sungai Bakau Kecil, Singkawang, dan Sambas.

Tahun 1936, Partai Indonesia Raya (Parindra) membuka cabangnya di Kalimantan Barat. Setelah itu, mereka membuka cabang di beberapa wilayah Kalimantan Barat seperti di Pontianak, Ngabang, Sambas, dan Singkawang. Selain pergerakan yang merupakan cabang dari Jawa, muncul pula organisasi politik lokal seperti Persatuan anak Borneo. Namun organisasi ini berada di bawah pengaruh Belanda, dan tidak berperan dalam memunculkan kesadaran kebangsaan.

Pada bulan Februari 1942, Jepang mendarat di Kalimantan dan langsung mengambil alih kekuasaan Belanda. Jepang kemudian melarang organisasi politik dan melakukan pemaksaan dan peindasan terhadap rakyat. Berbagai kegiatan rakyat dipusatkan untuk tujuan perang Jepang. Kungkungan dan kekejaman Jepang berakhir ketika "Sang Saudara Tua" ini kalah dalam perang, menyerah terhadap sekutu.

Berita proklamasi kemerdekaan sampai di Kalimantan Barat tanggal 18 Agustus 1945. setelah berita proklamasi ini menyebar, para pejuang Kalimantan Barat segera membentuk organisasi yang diberi nama Panitia Penyongsong Republik Indonesia (PPRI). Setelah itu, mulailah era usaha mempertahankan kemerdekaan.

Upaya untuk mewujudkan pemerintahan Republik Indonesia di Kalimantan Barat mendapat kendala karena Belanda kembali menguasai daerah ini. Perjuangan untuk mengusir Belanda dilakukan dengan jalan militer dan politik. Di jalan militer, pada pejuang melakukan serangan-serangan terhadap pos-pos pertahanan Belanda. Di bidang politik, perjuangan dilakukan dengan mendirikan berbagai organisasi perjuangan, seperti Gabungan Persatuan Indonesia (Gapi), Persatuan Bangsa Indonesia Sambas (Perbis), Pemuda Indonesia Merdeka (PIM), Gerakan Indonesia Merdeka (Gerindo), Persatuan Muslim Indonesia (Permi), dan Gerakan Pemuda Indonesia (Gerpindo).

Belanda melakukan berbagai penangkapan terhadap pejuang. Akibatnya banyak pejuang yang terpaksa menyingkir ke daerah pedalaman. Mereka kemudian membentuk satuan-satuan semi militer dengan beranggotakan bekas Heiho dan penduduk. Perjuangan melawan Belanda semakin sengit ketika Belanda bermaksud mendirikan negara Kalimantan. Lewat Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda menjadikan Kalimantan Barat sebagai negara bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS).

Namun keberadaan RIS tidak diterima rakyat. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Kalimantan kembali menjadi bagian dari Republik Indonesia. Sebagai gubernur Provinsi Kalimantan setelah pembubaran RIS, diangkat Dr. M. Murjani.

Setelah pembentukannya, yaitu, tanggal 1 Januari 1957, Kalimantan Barat mulai menata pemerintahan. Namun karena situasi keamanan baik lokal maupun nasional belum stabil, pemerintahan ketika itu tidak bisa memperbaiki tingkat kehidupan rakyatnya. Setelah berbagai kekacauan berakhir, yang diakhiri dengan penumpasan terhadap peristiwa G30S/PKI, pemerintah daerah Kalimantan Barat dapat melakukan perbaikan kehidupan dan kesejahteraan rakyat.


***

Dilansir dari:
http://dayakblogs.blogspot.com/2010/01/sejarah-kalimantan-barat.html


Baca Selengkapnya...

FORUM REKTOR LPTK SEPAKAT MENUNDA SERTIFIKASI GURU TAHUN 2010

16 November, 2009


Kami Pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sejak tahun 2007 bersedia melaksanakan salah satu tugas nasional ”Sertifikasi Guru” karena sepakat bahwa tugas ini berdampak pada peningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru. Tetapi dalam perjalanan mengemban tugas ini, hampir seluruh LPTK mengalami berbagai kendala. Maka kami para Rektor sepakat untuk meminta Menteri Pendidikan Nasional RI agar melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sertifikasi guru. Dan selama belum ada kesamaan dan kejelasan, forum Rektor LPTK sepakat agar pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2010 untuk tidak dilaksanakan dulu. Demikian Rektor UNY Dr. Rochmat Wahab MA yang memberikan sambutan mewakili Asosiasi LPTK pada Pembukaan rangkaian seluruh kegiatan LPTK CUP 2009 yang berlangsung Selasa malam (10/11) di rumah dinas Pejabat Pelaksana Gubernur Prov. Gorontalo. Acara dihadiri Pejabat Pemerintah Prov.Gorontalo, Rektor 11 LPTK seluruh Indonesia , para Pembantu Rektor, para Dekan, tamu undangan dan seluruh peserta LPTK Cup yang keseluruhannya berjumlah 531 orang.

Rochmat melanjutkan pelaksanaan sertifikasi guru melalui ”fortofolio” dalam kenyataannya kurang memberi nilai tambah dalam peningkatan profesionalisme guru. Selain itu juga perlu dikaji kembali tentang perencanaan dan pelaksanaan sertifikasi guru, akan lebih baik jika Ditjen PMPTK menerbitkan Standard Operational Procedure (SOP) agar ada kejelasan. Hal lain yang disepakati forum Rektor adalah mendukung dan mengawal Program 100 hari Pemerintah (Depdiknas), khususnya yng terkait dengan Pengembangan Budaya dan Karakter yang juga menjadi keprihatinan Presiden RI, sehingga benar-benar bisa diwujudkan.

Sementara Pejabat pelaksana tugas Gubernur Gorontalo, Ir. Gusnar Ismail dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai provinsi baru (6 tahun) kami percaya hasil penelitian dari UNDP yang mengatakan dunia sekarang tidak efektif lagi jika mengandalkan keunggulan komparatifnya hanya berdasarkan sumber daya alam. Oleh karenanya pemerintah provinsi Gorontalo secara sadar membuat program Peningkatan Kualitas SDM sebagai program unggulannya . ”Kami selalu bersedia jadi tuan rumah, karena acara seperti ini dapat membangun sprit dan kualitas SDM kami dan juga bisa mendapat masukan , mengutip pemikiran-pemikiran banding dari para pakar ”, ujarnya.

Sedangkan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd di awal acara melaporkan seluruh rangkaian kegiatan yang sudah mendahului dan yang masih akan dilakukan. Seperti diberitakan sebelumnya rangkaian acara LPTK CUP 2009 meliputi Pertemuan Rektor LPTK seluruh Indonesia, Seminar Ke Olahragaan, Pertemuan DekanFIK/FPOK se Indonesia, Pertandingan Tenis Lapangan, eksebisi Golf dan Ladies Program. (lensa)

Sumber: http://uny.ac.id/data.php?m=951da6b7179a4f697cc89d36acf74e52&i=1&k=6068

Baca Selengkapnya...

KOMODO, binatang kebanggaan Manggarai dan Indonesia

12 June, 2009





PROPINSI NTT sejak 2007 sudah dicanangkan sebagai daerah unggulan baru pariwisata di kawasan timur Indonesia. Pencanangan itu antara lain bertujuan menjadikan NTT sebagai gerbang Asia-Pasifik berbasis pariwisata, seni, dan budaya.

Salah satu icon pariwisata di NTT adalah komodo (varanus komodoensis), kadal raksasa yang terdapat di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Pemerintah sudah melindungi binatang purbakala itu dengan menetapkan kawasan seluas 173.300 hektar (ha) yang terdiri dari 40.728 ha daratan dan 132.572 ha laut, sebagai Taman Nasional Komodo (TNK) pada 6 Maret 1980. Dalam kawasan ini ada tiga buah yakni Pulau Komodo (33.937 ha), Pulau Rinca (19.627 ha) dan Pulau Padar (2.017 ha).

Tahun 1986 kawasan ini ditetapkan sebagai Cagar Biosfer. Tahun 1991 UNESCO mengukuhkan binatang komodo sebagai warisan dunia di Indonesia. Tak bisa dipungkiri lagi daya tarik kadal raksasa ini bagi dunia pariwisata. Maka tak ada alasan bagi siapa pun untuk menyelamatkan binatang purbakala itu dari kepunahannya. Kelestariannya hanya bisa dijaga dengan menjamin agar alam lingkungannya tetap asli, tidak dirusak. Flora dan fauna yang berada dalam kawasan itu saling mendukung.

Populasi komodo pada tahun 2000 terdata 1.009 ekor di Pulau Komodo dan 1.001 ekor di Pulau Rinca. Data tahun sebelumnya di Pulau Komodo ada 1.062-1.772 ekor komodo sedangkan di Pulau Rinca berkisar 1.110- 1.344 ekor. Pendataan oleh BTNK tahun 2003, tercatat ada 2.616 ekor komodo yang hidup di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Jumlah ini turun drastis pada tahun 2005 yakni 2.535 ekor. Disebutkan bahwa komodo yang masih kecil banyak yang mati karena kesulitan mendapatkan makanan.

Penurunan ini akibat terganggunya ekosistem habitat komodo selain tekanan-tekanan alam pada habitatanya termasuk berkurangnya mangsa utama komodo. Sejumlah faktor yang mempengaruhi penurunan populasi komodo antara lain, kerusakan habitat asli akibat ulah manusia diantaranya pembakaran hutan dan areal lain dalam TNK, perburuan liar terhadap mangsa utama komodo yakni rusa, selain tekanan-tekanan alam dan manusia. "Jelas kita semau bisa lihat ada trend penurunan populasi komodo lima tahun terakhir akibat berbagai tekanan yang dialami binatang ini. Kalau kita semua tidak bersama menjaga kelestarian dari satwa langka ini maka diprediksi dalam rentang waktu dekat dan menengah sekitar 10-20 tahun mendatang binatang ini bisa punah," kata Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Drs. Tamen Sitorus.
Sesuai hasil survai yang dilakukan berbagai elemen bidang pariwisata, komodo masih menjadi "magnet utama" bagi kunjungan wisatawan. Kebanyakan turis yang datang ke TNK, tujuan utamanya adalah ingin melihat komodo selain menikmati keindahan alamnya. Sitorus mengakui wisatawan mancanegara yang berwisata ke Mabar tujuan utamanya adalah melihat binatang komodo.
"Turis yang datang pertama kali di daerah ini hanya punya satu tujuan utama yakni melihat komodo. Dan apabila turis yang sama itu datang lagi maka untuk lihat komodo bukan lagi tujuan utama tapi mereka itu datang hanya untuk menyelam serta menikmati panorama laut serta wisata alam lainnya," kata Sitorus. Kunjungan turis tahun ini sudah mencapai 7.347 orang. Tahun 2006 turis yang datang ke TNK mencapai 17.673 orang, 2007 meningkat menjadi 20.069 orang. Perkembangan yang menggembirakan dan menggairahkan.
Namun salah satu masalah yang dihadapi ialah sarana prasarana penunjang seperti hotel/penginapan, restoran, transportasi dan komunikasi. Di bidang komunikasi, internet dan jaringan telepon masih menjadi kendala. Sudah ada sebuah hotel berbintang namun masih dirasakan masih kurang. Karena itu pada tahun depan sudah ada pembangunan satu buah hotel berbintang lagi berstandar internasional.

Masalah lainnya, para wisatawan kebanyakan masuk dari NTB dan langsung ke Pulau Komodo maupun Pulau Rinca untuk melihat komodo. Ini tantangan bagi Pemkab Mabar untuk menjadikan Labuan Bajo memiliki daya tarik tersendiri agar para turis mau datang ke Labuan Bajo, entah sebelum atau sesudah ke Pulau Komodo. Sesuai sejarah, binatang purbakala itu sudah menyatu dengan manusia di Pulau Komodo. Warga Kampung Komodo sampai sekarang menganggap komodo sebagai nenek moyang mereka yang harus dihormati.
Isaka Mansyur, warga Kampung Komodo, mengisahkan pada jaman dahulu hiduplan seorang putri di Pulau Komodo dan warga setempat menyapanya dengan Putri Naga. Sang putri kemudian menikah dengan seorang pemuda bernama Majo. Lahirlah anak kembar dari pasangan ini, seorang bayi lak-laki dan seekor naga.
Anak laki-laki diberi nama Gerong dan dibesarkan di dalam kampung, sedangkan naga tadi diberi nama Ora dan dibesarkan di hutan. Kakak beradik ini tidak saling mengenal. Beberapa tahun kemudian, Gerong berburu di hutan. Gerong hendak membunuh rusa, tapi mendadak hadir seekor kadal besar dari semak belukar dan berusaha menyelamatkan rusa itu. Gerong berusaha tetapi tidak mampu sebab kadal itu sudah menguasai rusa. Gerong marah dan mengangkat tombaknya hendak membunuh kadal raksasa itu. Saat itu tiba-tiba muncul pula seorang wanita cantik. Wanita itu mengatakan kepada Gerong bahwa kadal itu adalah saudaranya sendiri yang bernama Ora, jangan dibunuh. Sampai saat ini, warga Kampung Komodo masih menganggap komodo sebagai Ora, saudara mereka sehingga bisa hidup berdampingan satu sama lain.

Warga setempat sulit untuk dipisahakan dari komodo. Pernah, suatu ketika pemerintah berencana memindahkan penduduk Kampung Komodo ke tempat lain. Saat itu sebagian besar komodo menghilang dari pulau itu. Mereka baru muncul kembali setelah pemerintah membatalkan rencananya. *

sumber: dion-bata.blogspot.com

Baca Selengkapnya...

USIA SANG AYAH SAAT MENIKAH MENENTUKAN TINGKAT KECERDASAN ANAK

21 March, 2009

Kaum pria dianjurkan untuk menikah dibawah usia 30 tahun. Sebab anak yang terlahir dari ayah berusia tua memiliki kemampuan berpikir rendah. Pria yang telat menajadi ayah biasanya yang bersangkutan telat menikah. Ada banyak alasan yang menyebabkan seorang pria menunda membina mahligai rumah tangganya, seperti; belum mapan, belum siap mental, belum menemukan pasangan yang pas, dan banyak alasan lainnya lagi.

Selama ini anjuran “jangan telat menikah” sepertinya hanya dicamkan pada kaum wanita. Pada hal, jam biologis ternyata tidak mengenal gender. Apalagi ketika anda menginginkan keturunan berotak brilian, disarankan untuk menikah antara usia 20 – 30 tahun.

Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat mengungkapkan hal demikian. Dalam laporan itu disebutkan bahwa bayi dan anak-anak yang terlahir dari ayah yang sudah berumur tua memiliki kecerdasan dan kemampuan berpikir lebih rendah dibandingkan teman-teman mereka yang berayahkan pria dewasa muda. Sebuah bukti nyata dari hasil penelitian ini mengungkapkan, anak yang terlahir dari ayah yang berusia 20 tahun memiliki skor tes IQ rata-rata 106, 8 poin. Sementara anak-anak yang terlahir dari ayah yang berusia lebih tua (diatas 30 tahun) memiliki rata-rata skor lebih rendah, yaitu 100, 7 poin.

Uniknya anak-anak yang terlahir dari ibu yang berumur lebih tua ternyata memiliki skor kecerdasan lebih tinggi dibandingkan dengan yang beribukan wanita muda. Hal ini disebabkan karena pada umumnya ibu yang berusia lebih tua memiliki pengalaman yang lebih matangn dan lingkungan perawatan yang lebih baik.

Tentunya penelitian ini bukan menjadi sebuah harga mati untuk menentukan tingkat kecerdasan anak. Ada banyak factor termasuk diantaranya adalah factor genetic dan social ekonomi. Namun kiranya hasil penelitian tersebut diatas menjadi bahan pertimbangan anda (khususnya kaum pria) dalam mengambil keputusan ‘menikah sekarang atau tidak’. Semoga bermanfaat.

* * *

Sumber: SINDO edisi 18 Maret 2009

Baca Selengkapnya...

CERPE DIEM; Raihlah Kesempatan !

09 March, 2009

By: Ferdy Pantar

Dalam film yang berjudul Dead Poets Society yang kemudian dijadikan nama sebuah club (geng) pada sebuah sekolah (Welton High School), sebuah ungkapan terlontar dari mulut sang guru idola “Cerpe Diem”. Konon, ungkapan ini memacu semangat para siswanya untuk membuka diri dari kungkungan segala bentuk aturan-aturan kaku dan menjenuhkan. Mereka berubah menjadi siswa yang kreatif, penuh imajinasi dan sangat ambisius. Mr. Keating yang adalah sang guru idola mengajarkan kepada siswanya akan pentingnya sebuah “impian” dalam hidup. Dengan impian orang bisa berusaha dan bekerja. Orang yang tidak memiliki impian dalam hidupnya, akan menjadi orang yang paling miskin dari yang termiskin.

Semangat yang ditunjukkan Mr. Keating dalam pengajarannya patut kita cermati. Dengan metode mengajar yang variatif, ia mampu membangun pengetahuan siswanya yang sebetulnya memang sudah ada. Siswa yang suka diam menjadi aktif. Siswa dibuatnya menjadi berani dan mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Hal tersebutlah yang kiranya menjadi harapan guru masa kini. Kehadiran guru sekiranya mampu mendobrak tembok pengajaran yang masih bersifat klasik. Ketentuan-ketentuan yang sifatnya terikat dan terpaku pada kebijakan-kebijakan pusat (kurikulum) harus diubah dan diganti dengan terobosan-terobosan baru melalui system pengajaran yang kreatif, inovatif dan kontekstual.

Pemutaran film Dead Poets Society di hadapan para mahasiswa Asrama UPP 1 telah memberikan pemahaman sekaligus inspirasi untuk memiliki gambaran akan guru yang ideal masa kini. Sebab bukan jamannya lagi seorang guru mentransferkan ilmunya secara mentah-mentah kepada siswanya, melainkan bagaimana membangun pengetahuan siswa yang sudah ada menjadi sesuatu yang sangat istimewa. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih pengetahuannya sebanyak mungkin dengan daya kreativitasnya adalah sesuatu yang harus diperhatikan oleh seorang pendidik.

* * *

Baca Selengkapnya...

VISI/MISI, TUJUAN DAN BIDANG KAJIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

23 February, 2009

A. Visi, Misi dan Tujuan Bimbingan dan Konseling

Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia. Berdasarkan visi tersebut terdapat tiga misi yang diemban bimbingan dan konseling, yaitu :

1. Misi pendidikan; mendidik peserta didik melalui pengembangan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan yang terkait masa depan.
2. Misi pengembangan; memfasilitasi perkembangan individu di dalam satuan pendidikan formal ke arah perkembangan optimal melalui strategi upaya pengembangan lingkungan belajar dan lingkungan lainnya serta kondisi tertentu sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat.
3. Misi pengentasan masalah; membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah individu mengacu kepada kehidupan sehari-hari yang efektif.

Dalam berbagai literatur tentang bimbingan dan konseling, para ahli mengemukakan tentang tujuan bimbingan dan konseling yang beragam, tetapi pada intinya akan menerucut pada tujuan yang sama yaitu tercapainya perkembangan para peserta didik/klien secara optimal dan tercapainya penyesuaian diri..

B. Bidang Kajian Bimbingan dan Konseling

Secara formal, terdapat empat bidang yang menjadi ruang lingkup garapan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pesekolahan saat ini, yaitu :
1. Bidang pelayanan kehidupan pribadi; membantu individu menilai kecakapan, minat, bakat, dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri secara realistik.
2. Bidang pelayanan kehidupan sosial; membantu individu menilai dan mencari alternatif hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya atau dengan lingkungan sosial yang lebih luas.
3. Bidang pelayanan kegiatan belajar; membantu individu dalam kegiatan dalam rangka mengikuti jenjang dan jalur pendidikan tertentu dan/atau dalam rangka menguasai kecakapan atau keterampilan tertentu.
4. Bidang pelayanaan perencanaan dan pengembangan karier; membantu individu dalam mencari dan menetapkan pilihan serta mengambil keputusan berkenaan dengan karier tertentu, baik karier di masa depan maupun karier yang sedang dijalaninya.

Sebagaimana telah disinggung di atas, tentang perluasan kawasan bimbingan dan konseling yang mencakup kehidupan yang lebih luas. Saat ini sedang dikembangkan dua bidang baru yaitu bidang pelayanan kehidupan berkeluarga untuk membantu individu dalam mencari dan menetapkan serta mengambil keputusan berkenaan dengan rencana perkawinan dan/atau kehidupan berkeluarga yang dijalaninya dan bidang pelayanan kehidupan keberagamaan untuk membantu individu dalam memantapkan diri berkenaan denganperilaku keberagmaan menurut agama yang dianutnya.

* * *

Baca Selengkapnya...

PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Sedangkan menurut W.S. Winkel (1981) mengemukakan bahwa guidance mempunyai hubungan dengan guiding: “ showing a way” (menunjukkan jalan), leading (memimpin), conducting (menuntun), giving instructions (memberikan petunjuk), regulating (mengatur), governing (mengarahkan) dan giving advice (memberikan nasehat).

Penggunaan istilah bimbingan seperti dikemukakan di atas tampaknya proses bimbingan lebih menekankan kepada peranan pihak pembimbing. Hal ini tentu saja tidak sesuai lagi dengan arah perkembangan dewasa ini, dimana pada saat ini klien lah yang justru dianggap lebih memiliki peranan penting dan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keputusan yang diambilnya.
Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian bimbingan, di bawah ini dikemukakan pendapat dari beberapa ahli :

• Miller (I. Djumhur dan Moh. Surya, 1975) mengartikan bimbingan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat.
• Peters dan Shertzer (Sofyan S. Willis, 2004) mendefiniskan bimbingan sebagai : the process of helping the individual to understand himself and his world so that he can utilize his potentialities.

• United States Office of Education (Arifin, 2003) memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

• Jones et.al. (Sofyan S. Willis, 2004) mengemukakan : “guidance is the help given by one person to another in making choice and adjusment and in solving problem.

• Djumhur dan Moh. Surya, (1975) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.

• Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.

• Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Dari beberapa pendapat di atas, tampaknya para ahli masih beragam dalam memberikan pengertian bimbingan, kendati demikian kita dapat melihat adanya benang merah, bahwa :

Bimbingan pada hakekatnya merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada individu atau peserta didik.. Bantuan dimaksud adalah bantuan yang bersifat psikologis.
Tercapainya penyesuaian diri, perkembangan optimal dan kemandirian merupakan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan.

Dari pendapat Prayitno, dkk. yang memberikan pengertian bimbingan disatukan dengan konseling merupakan pengertian formal dan menggambarkan penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam sistem pendidikan nasional.
Keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang panjang, sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian nama, semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya), kemudian sejak Kurikulum 1994 hingga sekarang berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. Akhir-akhir ini para ahli mulai meluncurkan wacana sebutan Profesi Konseling, meski secara formal istilah ini belum digunakan.

Sejalan dengan dinamika kehidupan, kebutuhan akan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan pada lingkungan persekolahan, saat ini sedang dikembangkan pula pelayanan bimbingan dan konseling dalam setting yang lebih luas, seperti dalam keluarga, bisnis dan masyarakat luas lainnya, yang kesemuanya itu membawa konsekwensi tersendiri bagi
Untuk kepentingan penulisan ini, penulis akan menggunakan istilah Bimbingan dan Konseling sesuai dengan istilah formal yang saat ini dipergunakan dalam sistem pendidikan nasional.


* * *

Baca Selengkapnya...

ORIENTASI BARU BIMBINGAN DAN KONSELING

Pada masa sebelumnya (atau mungkin masa sekarang pun, dalam prakteknya masih ditemukan) bahwa penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling cenderung bersifat klinis-therapeutis atau menggunakan pendekatan kuratif, yakni hanya berupaya menangani para peserta didik yang bermasalah saja. Padahal kenyataan di sekolah jumlah peserta didik yang bermasalah atau berperilaku menyimpang mungkin hanya satu atau dua orang saja. Dari 100 orang peserta didik paling banyak 5 hingga 10 (5% - 10%). Selebihnya, peserta didik yang tidak memiliki masalah (90% -95%) kerapkali tidak tersentuh oleh layanan bimbingan dan konseling. Akibatnya, bimbingan dan konseling memiliki citra buruk dan sering dipersepsi keliru oleh peserta didik, guru bahkan kepala sekolah.
Ada anggapan bimbingan dan konseling merupakan “polisi sekolah”, tempat menangkap, merazia, dan menghukum para peserta didik yang melakukan tindakan indisipliner.

Anggapan lain yang keliru bahwa bimbingan dan konseling sebagai “keranjang sampah” tempat untuk menampung semua masalah peserta didik, seperti peserta didik yang bolos, terlambat SPP, berkelahi, bodoh, menentang guru dan sebagainya. Masalah-masalah kecil seperti itu sebenarnya dapat diantisipasi dan diatasi oleh para guru mata pelajaran atau wali kelas dan tidak perlu diselesaikan oleh guru pembimbing/konselor.

Mengingat keadaan seperti itu, kiranya perlu adanya orientasi baru bimbingan dan konseling yang bersifat pengembangan atau developmental dan pencegahan atau preventif. Dalam hal ini, Sofyan. S. Willis (2004) mengemukakan landasan-landasan filosofis dari orientasi baru bimbingan dan konseling, yaitu :

1. Pedagogis; artinya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik dengan memperhatikan perbedaan individual diantara peserta didik.
2. Potensial, artinya setiap peserta didik adalah individu yang memiliki potensi untuk dikembangkan, sedangkan kelemahannya secara berangsur-angsur akan diatasinya sendiri.
3. Humanistik-religius, artinya pendekatan terhadap peserta didik haruslah manusiawi dengan landasan ketuhanan. peserta didik sebagai manusia dianggap sanggup mengembangkan diri dan potensinya.
4. Profesional, yaitu proses bimbingan dan konseling harus dilakukan secara profesional atas dasar filosofis, teoritis, yang berpengetahuan dan berketerampilan berbagi teknik bimbingan dan konseling.

Dengan adanya orientasi baru ini, bukan berarti upaya-upaya bimbingan dan konseling yang bersifat klinis ditiadakan, tetapi upaya pemberian layanan bimbingan dan konseling lebih dikedepankan dan diutamakan yang bersifat pengembangan dan pencegahan. Dengan demikian, kehadiran bimbingan dan konseling di sekolah akan lebih dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik, tidak hanya bagi peserta didik yang bermasalah saja.


* * *

Baca Selengkapnya...

KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING

Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan seperti yang telah dikemukakan di atas, perlu dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung Dalam hal ini, terdapat lima jenis kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, yaitu:

a. Aplikasi Instrumentasi Data
Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. Fungsi kegiatan ini adalah pemahaman

b. Himpunan Data
Himpunan data adalah kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu dan sifatnya tertutup. Kegiaran ini memiliki fungsi pemahaman.

c. Konferensi Kasus
Konferensi kasus adalah kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien.Kegiatan konferensi kasus memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan.

d. Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan, dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan, dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. Kegiatan kunjungan rumah memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan.

e. Alih Tangan Kasus
Alih tangan kasus merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten, seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor, dokter serta ahli lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten. Fungsi kegiatan ini adalah pengentasan.

(farhanzen.wordpress.com)

* * *

Baca Selengkapnya...

JENIS-JENIS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas, prinsip, fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang, baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. Namun, kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di sekolah.Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan ketujuh jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional.

a. Layanan Orientasi
Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

b. Layanan Informasi
Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

c. Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

d. Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.

e. Layanan Konseling Perorangan
Laynanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

f. Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan

g. Layanan Konseling Kelompok
Layanan Konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok,. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

* * *

Baca Selengkapnya...

FUNGSI DAN PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Fungsi Bimbingan dan Konseling

Fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. yaitu:
Pemahaman; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan pemahaman pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan pemacahan masalah peserta didik meliputi pemahaman diri dan dan lingkungan peserta didik.
1. Pencegahan; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat proses perkembangannya.
2. Pengentasan; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik.
3. Advokasi; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan kondisi pembelaaan terhadap pengingkaran atas hak-hak dan/atau kepentingan pendidikan.
4. Pemeliharaan dan pengembangan; fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
Sejalan dengan orientasi baru Bimbingan dan Konseling, maka dalam prakteknya, layanan bimbingan dan konseling seyogyanya lebih mengedepankan fungsi-fungsi pemahaman, pencegahan dan pengembangan.Berjalannya fungsi-fungsi tersebut merupakan indikator keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

B. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling :

Sejumlah prinsip mendasari gerak langkah penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan tujuan, sasaran layanan, jenis layanan dan kegiatan pendukung, serta berbagai aspek operasionalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan; (a) melayani semua individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, suku, agama dan status sosial; (b) memperhatikan tahapan perkembangan; (c) perhatian adanya perbedaan individu dalam layanan.
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu; (a) menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan, baik di rumah, sekolah dan masyarakat sekitar, (b) timbulnya masalah pada individu oleh karena adanya kesenjangan sosial, ekonomi dan budaya.
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan Bimbingan dan Konseling; (a) bimbingan dan konseling bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu, sehingga program bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik; (b) program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan; (c) program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu; (d) program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian hasil layanan.
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan; (a) diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri; (b) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas kemauan diri sendiri; (c) permaslahan individu dilayani oleh tenaga ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan individu; (d) perlu adanya kerja sama dengan personil sekolah dan orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang berkewenangan dengan permasalahan individu; dan (e) proses pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan.
* * *

Baca Selengkapnya...

Terbanyak Dikunjungi